BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Miss Mondial

Pernikahan di Masa Pandemi Bisa Dibuat Tetap Istimewa, asal …

Kompas.com - 29/04/2021, 18:27 WIB
Ilustrasi acara pernikahan. Dok. Shutterstock/kireewong fotoIlustrasi acara pernikahan.

KOMPAS.com – Setelah satu tahun lebih terhenti akibat pandemi Covid-19, pemerintah berencana untuk membuka kembali kegiatan meetings, incentives, convention, and exhibition (MICE) dalam waktu dekat.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (23/3/2021), pemerintah juga telah membuat pedoman, cleanliness, health, safety, environment sustainability (CHSE) bagi industri pariwisata yang ingin menyelenggarakan MICE, termasuk pernikahan, di era new normal.

Rencana tersebut disambut baik oleh banyak pihak, tak terkecuali masyarakat yang berencana menggelar acara pernikahan.

Pasalnya, pada 2020, acara pernikahan hanya boleh dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau di rumah ibadah. Acara tersebut juga hanya boleh dihadiri oleh keluarga inti dari kedua belah pihak.

Jika melanggar dan berani mengadakan pesta secara besar-besaran, pemerintah setempat akan memberikan sanksi kepada penyelenggara.

Baca juga: Perwira Polisi Nekat Gelar Resepsi Nikah Saat Pandemi, Terungkap Setelah Videonya Viral

Meski sudah mulai diperbolehkan, acara resepsi pernikahan harus tetap mendapatkan izin terlebih dahulu. Penyelenggara dan tamu yang hadir juga diwajibkan menaati protokol kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pedoman CHSE dibuat untuk menjaga keamanan semua pihak, mulai dari penyelenggara, kedua mempelai, tamu undangan, hingga para pramusaji yang ada dalam acara pesta pernikahan.

Saat merencanakan resepsi, Anda sebagai penyelenggara juga harus memastikan gedung maupun wedding organizer yang dipilih sudah menerapkan protokol kesehatan. Hal ini akan memudahkan penyelenggaraan resepsi pernikahan.

Demi kenyamanan pula, hindari menggunakan sajian makanan secara prasmanan. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kemudian, agar bisa menjaga jarak, jumlah tamu undangan pada acara pernikahan di masa pandemi masih dibatasi. Tamu undangan tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas asli tempat penyelenggaraan pesta.

Baca juga: Pernikahan Saat Pandemi, Dilarang Bersalaman hingga Tak Boleh Sumbang Lagu Saat Resepsi

Meski terbatas, acara pernikahan tetap dapat disaksikan oleh tamu yang tidak dapat hadir di lokasi secara virtual. Saat ini, banyak pengantin yang menyiasatinya dengan mengadakan live streaming prosesi pernikahan.

Kehadiran keluarga, kerabat, dan teman secara virtual ini menjadi bentuk dukungan kebahagiaan bagi kedua mempelai.

Tamu undangan yang hadir secara virtual juga tetap bisa mendapatkan suvenir dengan mengirimkannya ke masing-masing alamat. Pemberian ini dapat membuat tamu virtual merasa dihargai dan menjadi salah satu bagian dari acara tersebut.

Menyiapkan seserahan

Meski tidak dapat dirayakan dengan meriah karena terbatasnya jumlah tamu, proses resepsi pernikahan tetap tidak boleh kehilangan kesakralannya.

Salah satu prosesi yang sayang bila dihilangkan di resepsi new normal adalah pemberian atau tukar seserahan.

Baca juga: Keindahan Nusantara dalam Seri Perhiasan Kalung

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seserahan memiliki arti upacara penyerahan sesuatu sebagai tanda ikatan untuk kedua calon pengantin. Dengan demikian, seserahan merupakan simbol ikatan cinta dalam suatu pernikahan.

Baik calon mempelai pria atau wanita akan memberi dan menerima seserahan. Namun, biasanya seserahan yang diberikan kepada mempelai wanita jumlahnya lebih banyak daripada mempelai pria.

Karena seserahan pernikahan hanya terjadi sekali seumur hidup, setiap benda yang diberikan sebaiknya bermakna dan berguna untuk kehidupan setelah menikah.

Perhiasan dari Eclat Collection by Miss Mondial. Dok. Miss Mondial Perhiasan dari Eclat Collection by Miss Mondial.

Maka dari itu, sebaiknya mereka memilih sendiri apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan untuk menjadi seserahan pernikahan. Jenis barang yang biasa dijadikan seserahan juga beragam, seperti seperangkat alat ibadah, pakaian, makeup, tas, sepatu, dan perhiasan.

Selain menjadi mas kawin, perhiasan dapat digunakan untuk seserahan. Meski demikian, perhiasan yang dipilih tak boleh sembarangan. Pasalnya, perhiasan dapat menunjukkan kepribadian seseorang.

Calon mempelai wanita dapat memilih model kalung emas terbaru untuk perhiasan seserahannya. Agar tampak berkilau, tak ada salahnya untuk memilih perhiasan dengan sematan berlian.

Misalnya saja, kalung emas dengan liontin berlian. Agar lebih sempurna, Anda bisa melengkapinya dengan gelang dan anting-anting berlian dalam satu paket seserahan.

Perhiasan berlian Eclat Collection dari Miss Mondial bisa jadi pilihan calon mempelai wanita untuk menambah keistimewan seserahan.

Perhiasan dari Eclat Collection by Miss Mondial. Dok. Miss Mondial Perhiasan dari Eclat Collection by Miss Mondial.

Berbeda dengan koleksi yang lain, kalung berlian dari Eclat Collection memiliki desain yang unik dan mewah. Desain tersebut disesuaikan dengan selera generasi muda yang ingin tampil berbeda tetapi tetap elegan.

Jika dikenakan, koleksi Miss Mondial akan mencuri perhatian karena ukurannya yang besar dan unik. Meski demikian, koleksi teranyar dari Miss Mondial tersebut ditawarkan dengan harga yang bersahabat untuk kelas perhiasan berlian.

Baca juga: Koleksi Perhiasan Berlian Asli Harga di Bawah Satu Juta

Tak hanya untuk seserahan, perhiasan berlian dari Eclat Collection ini juga dapat menjadi perhiasan yang dipakai saat acara pernikahan. Kalung dengan liontin berlian yang berkilau akan menambah kecantikan mempelai wanita.

Untuk informasi lebih lanjut sehubungan perhiasan berlian Eclat Collection, kunjungi situs web resmi Miss Mondial di sini.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya