Kompas.com - 30/04/2021, 05:05 WIB
|
Editor Wisnubrata

Angka ini meningkat menjadi 59 persen pada anak perempuan yang mengalami lima bentuk perundungan, dan 73 persen pada anak perempuan yang menderita 10 bentuk perundungan.

"Salah satu cara untuk memikirkan fantasi adalah saat otak kita melatih skenario masa depan," kata Prof Manuel Eisner.

Dia adalah director of the violence research di University of Cambridge sekaligus penulis utama studi tersebut.

"Fantasi kekerasan yang meningkat di antara mereka yang mengalami intimidasi atau penganiayaan mungkin menjadi mekanisme psikologis untuk membantu mempersiapkan mereka menghadapi kekerasan yang akan datang."

"Fantasi untuk membalas orang lain memiliki akar dalam sejarah manusia, saat masyarakat jauh lebih keras, dan pembalasan adalah bentuk perlindungan yang penting," tambahnya.

Baca juga: Efek Jangka Panjang Bullying pada Pelaku dan Korban

Menurut Eisner, studi tersebut menggambarkan sejauh mana ide kekerasan yang dimiliki anak-anak di negara yang damai seperti Swiss.

"Sekitar 25 persen anak laki-laki berusia 17 tahun dan 13 persen anak perempuan berusia 17 tahun melaporkan bahwa mereka mempunyai setidaknya satu fantasi untuk membunuh kenalan atau pelaku perundungan mereka selama 30 hari terakhir."

"Pikiran ini mungkin sangat mengganggu bagi mereka yang mengalaminya," jelas Eisner.

Tim peneliti, yang juga termasuk peneliti dari University of Zurich, University of Edinburgh, University of Utrecht, University of Leiden, dan Universidad de la Republica, mengumpulkan dan menganalisis banyak data.

Dengan demikian, para peneliti mampu menyaring dan mengontrol kemungkinan pemicu lain untuk pemikiran kekerasan pada remaja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.