Kompas.com - 30/04/2021, 15:09 WIB
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

KOMPAS.com - Olahraga memiliki segudang manfaat kesehatan. Termasuk untuk kesehatan jantung karena berkaitan dengan tekanan darah.

Penelitian baru menunjukkan, jika seseorang ingin terhindar dari tekanan darah tinggi, maka dia perlu menjaga tingkat olahraganya tetap tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi termasuk masalah kesehatan yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun kondisi itu dapat dicegah dengan berbagai cara. Salah satunya melalui olahraga.

Suatu penelitian terhadap lebih dari 5.000 orang di 4 kota di Amerika Serikat mengaitkan hubungan antara olahraga dengan tekanan darah.

Baca juga: Turunkan Tekanan Darah dan Bobot 27 Kg dengan Sepeda, Mau Tiru?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Remaja dan orang berusia awal 20-an mungkin aktif secara fisik. Tetapi pola ini berubah seiring bertambahnya usia."

Demikian kata penulis studi dan ahli epidemiologi Kirsten Bibbins-Domingo di University of California, San Francisco (UCSF) seperti dikutip Science Alert.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan, olahraga dapat menurunkan tekanan darah. Tapi penelitian ini mengungkapkan fakta baru.

"Mempertahankan aktivitas fisik selama masa dewasa muda pada tingkat lebih tinggi dari yang direkomendasikan sangat penting untuk mencegah hipertensi," kata Bibbins-Domingo.

Hipertensi adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Selain itu, hipertensi juga merupakan faktor risiko terjadinya demensia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.