Kompas.com - 30/04/2021, 18:34 WIB

Kai Chen, asisten profesor epidemiologi di Yale School of Public Health di New Haven, Conn., turut meninjau temuan ini.

Menurutnya, perlu pemahaman lebih lanjut terkait sifat campuran dari polusi udara, termasuk gas, polutan seperti NOx, dan partikel seperti PM2.5.

"Kedua polutan berbagi sumber yang sama seperti emisi lalu lintas. Adanya kebijakan yang menargetkan sumber pembakaran dapat mengurangi berbagai polutan udara," kata Chen.

Temuan ini telah dipublikasikan secara online 28 April di JAMA Network Open.

Baca juga: Tak Cuma Gangguan Paru, Ini Efek Polusi Udara Bagi Tubuh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.