Kompas.com - 01/05/2021, 11:08 WIB
Ilustrasi olahraga di kantor shutterstockIlustrasi olahraga di kantor

Demikian kata penulis utama penelitian, Andreas Holtermann, PhD dari National Research Centre for the Working Environment, Denmark.

"Aktivitas kerja seringkali tidak cukup meningkatkan detak jantung yang membantu kebugaran,” tambahnya.

Tak hanya itu, pekerjaan yang sangat aktif mungkin melibatkan pengangkatan selama beberapa jam sehari.

Hal ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung karena sering kali meningkatkan tekanan darah.

Aktivitas fisik di tempat kerja mungkin juga tidak memberikan waktu pemulihan yang memadai. Ini merupakan faktor lain untuk risiko kardiorespirasi yang lebih tinggi.

Holtermann mengatakan, situasi yang ideal adalah mengatur kembali aktivitas kerja sehingga dapat menyediakan waktu untuk berolahraga.

Baca juga: 5 Manfaat Olahraga yang Jarang Orang Tahu

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X