Kompas.com - 03/05/2021, 08:13 WIB
Ilustrasi menyayangi anjing Unsplash/Eric WardIlustrasi menyayangi anjing

KOMPAS.com -  Anjing memang dikenal sebagai hewan yang setia. Tak sedikit kita mendengar pemilik anjing yang menceritakan bahwa hewan kesayangannya ini selalu menunggui tuannya pulang ke rumah, lalu menyambutnya dengan antusias.

Kebanyakan anjing juga tak pernah malu-malu mengekspresikan pengabdian dan cinta kepada tuannya. Perilaku yang jarang ditemui pada hewan peliharaan lainnya.

Sebenarnya, dari manakah perilaku "sahabat terbaik manusia" ini bisa ada pada diri anjing? Penjelasan mudahnya adalah karena tuannya memberikan makanan dan tempat perlindungan, tapi ternyata ada penjelasan yang lebih dalam dan bersifat ilmiah.

Baca juga: Punya 3 Anjing, Amanda Manopo: Makanannya Lebih Mahal daripada Makanan Manusia

1. Pengembang-biakkan yang selektif

Sepanjang sejarah dan domestikasi yang berjalan sangat lama, dihasilkan beragam ras anjing berbeda yang disesuaikan dengan fungsinya dalam masyarakat dan perbedaan perilaku.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nenek moyang kita tanpa disadari kemungkinan besar berpartisipasi dalam pembiakan selektif, dengan membunuh anjing yang sifatnya agresif atau sering menyerang dan menggigit.

Anjing yang berbakat untuk berburu dan setia, akan dipelihara dan dirawat dengan baik. Hal ini tentu meningkatkan peluang reproduksi yang sukses. 

Ketika anjing mendapatkan makanan dan tempat berlindung yang aman serta nyaman, maka anjing akan memberikan imbalan pada tuannya dalam bentuk "kepatuhan" atau "kesetiaan". 

Seiring dengan hilangnya kebiasaan berburu dan manusia semakin nyaman dan menetap, proses domestikasi ini bergeser menjadi sebuah persahabatan. 

Baca juga: Apakah Anjing Bisa Mengenali Rasa Takut Manusia?

2. Perilaku bawaan

Nenek moyang anjing adalah serigala yang hidup secara berkelompok. Untuk bertahan hidup di alam liar, serigala harus percaya dan kooperatif. 

Pemimpin serigala atau sang alfa, bertanggung jawab sampai sakit parah atau terlalu tua untuk melakukan kemampuan terbaiknya dan akhirnya ditantang oleh serigala yang lebih kuat untuk kemajuan seluruh kelompok.

Ilustrasi anjing. Anjing memiliki kemampuan untuk merasakan jika manusia di hadapannya merasa takut.PEXELS/KATERYNA BABIEVA Ilustrasi anjing. Anjing memiliki kemampuan untuk merasakan jika manusia di hadapannya merasa takut.

Ini menunjukkan bahwa perilaku serigala dimotivasi oleh keuntungan seluruh anggota kelompok daripada kesetiaan murni kepada pemimpinnya.

Ini sesuai dengan penelitian tahun 2014 di Vienna, Austria, ketika para peneliti meneliti kawanan anjing dan serigala yang dibesarkan di laboratorium.

Mereka menyimpulkan bahwa hubungan antara anjing dan manusia (dengan pemiliknya) bersifat hierarkis daripada kooperatif.

Lalu, saat serigala perlahan-lahan dijinakkan menjadi anjing modern, penelitian menunjukkan, bahwa anjing dibesarkan karena kesetiaan, ketergantungan pada tuannya, dan kemampuan untuk mengikuti perintah.

Baca juga: 5 Hal yang Tak Boleh Dikatakan kepada Anjing

3. Ikatan sosial

Ikatan sosial yang dimediasi oleh tatapan, serta membelai dan berbicara, meningkatkan kadar oksitosin, hormon bahagia, baik pada manusia dan anjing.

Hormon ini berperan dalam proses penjinakkan anjing, terkait dengan perasaan keterikatan dan kepercayaan diri, yang pada akhirnya memfasilitasi pembentukan kesetiaan dan cinta dalam hubungan emosional.

 



Sumber Treehugger
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X