Kompas.com - 03/05/2021, 20:08 WIB
Ilustrasi sate ayam.
SHUTTERSTOCK/UNGVARIlustrasi sate ayam.

Keracunan sianida akut relatif jarang terjadi, dan sebagian besar kasus berasal dari paparan yang tidak disengaja.

Jika memang terjadi, gejalanya dapat muncul tiba-tiba dan parah. Beberapa di antaranya:

  • Kesulitan bernapas.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran.
  • Gagal jantung.

Sedangkan keracunan sianida kronis dapat terjadi jika Anda terpapar 20 hingga 40 bagian per juta (ppm) gas hidrogen sianida dalam jangka waktu yang cukup lama.

Gejalanya sering kali bertahap dan semakin parah seiring berjalannya waktu. Beberapa gejala di antaranya:

  • Sakit kepala.
  • Rasa ngantuk.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Vertigo.
  • Gejala tambahan mungkin termasuk pupil terdilatasi, napas lebih lambat dan pendek, denyut nadi melemah atau lebih cepat, hingga kejang.

Secara khusus, jika tertelan, sianida dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Iritasi atau korosi pada lapisan esofagus dan lambung.
  • Keracunan sistemik juga bisa terjadi.

Dalam beberapa kasus, keracunan sianida dapat menyebabkan kematian.

Jika mencurigai diri kita atau orang yang kita cintai mengalami gejala keracunan sianida yang parah, segeralah mencari pertolongan medis darurat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tips Mencegah dan Mengobati Keracunan Makanan

Pengobatan

Keracunan sianida diobati dengan penawar khusus dan perawatan medis yang mendukung di rumah sakit.

Penangkal keracunan sianida akan lebih efektif jika diberikan sesegera mungkin setelah pasien terpapar.

Dokter harus menangani kasus yang dicurigai sesegera mungkin dan tidak perlu menunggu konfirmasi laboratorium. Hal terpenting adalah pasien harus mendapatkan pengobatan secepatnya.

Pencegahan

Beberapa cara untuk menghindari paparan sianida antara lain:

  • Melakukan tindakan pencegahan yang tepat terhadap kebakaran rumah, seperti memasang dan merawat detektor asap. Hindari menggunakan pemanas ruangan dan lampu halogen, serta hindari merokok di tempat tidur.
  • Buat rumah seaman mungkin bagi anak. Amankan wadah-wadah penyimpanan bahan kimia beracun dan lemari penyimpanannya.
  • Ikuti peraturan keselamatan kerja. Jika akan berkontak dengan sianida, gunakan kertas penyerap yang dapat dilepas untuk melapisi permukaan. Jaga jumlah dan ukuran wadah sekecil mungkin. Kita juga harus memastikan meninggalkan semua bahan kimia di lab atau pabrik. Jangan membawa pulang pakaian atau perlengkapan kerja yang berpotensi terkontaminasi.

Baca juga: Bakteri di Dalam Mobil, Bisa Sebabkan Infeksi hingga Keracunan Makanan

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X