Kompas.com - 03/05/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

3. Meningkatkan koordinasi tangan-mata

Menulis dengan tangan juga merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan koordinasi tangan-mata anak karena gerakan untuk setiap huruf berbeda.

Ha ini lebih menuntut mental anak daripada hanya sekadar menekan tombol huruf di keyboard.

Baca juga: Anak Asyik dengan Gadget, Waspadai Bahaya Digital Eye Strain

4. Membantu mengekspresikan perasaan

Terkadang orangtua menemukan anaknya kesulitan untuk menyampaikan perasaan atau ekspresi tertentu. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siasati hal ini dengan cara menulis. Anak bisa berkomunikasi lebih baik ketika memiliki pena dan kertas untuk menulis.

Menulis tangan membantu menghindari perasaan yang tak bisa diucapkan dan mengajari anak seni menyempurnakan pikiran dengan hati-hati.

Baca juga: Sekolah Jarak Jauh Picu Stres dan Kecemasan Anak

5. Merangsang otak

Menulis dengan tangan menggunakan lebih banyak otak serta mengintegrasikan pemikiran, gerakan, dan sensasi. 

Saat tangan digunakan untuk menulis, otak mempromosikan pengkodean informasi baru yang lebih dalam. Beda halnya dengan mengetik di keyboard.

Menulis tangan juga dapat meningkatkan ingatan dan membantu mempertahankan informasi yang lebih baru untuk waktu lebih lama.

Tulisan tangan melibatkan pengalaman motorik sensorik yang kaya dan membantu menstimulasi otak anak. Inilah sebabnya menulis sering menjadi metode belajar dan menghafal. 

Baca juga: Menghafal, Seburuk Itukah ?

6. Meningkatkan kreativitas

Menulis dengan tangan membantu anak berpikir kreatif alias out of the box. Tindakan ini memberi ruang untuk anak mengekspresikan diri dengan lebih baik.

Selain itu, menulis juga memberikan jalan untuk dapat menyampaikan hal yang sama dengan cara berbeda. Ini juga membantu seseorang melewati pikirannya berulang kali.

7. Meningkatkan memori

Menulis dapat membantu anak menghafal sesuatu yang sulit dan memahami konsep dengan lebih baik. Peneliti  mencatat, aktivitas fisik seperti menulis dengan tangan menggunakan saraf dan otot secara kompleks.

Cara ini mengirimkan umpan balik sensorik ke otak. Semakin kompleks umpan baliknya, semakin mudah otak menyimpan ingatan.

Baca juga: Mayoritas Pelaku Perundungan Anak adalah Temannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X