Kompas.com - 04/05/2021, 09:31 WIB
Ilustrasi bersepeda. Orang tua bersepeda. ShutterstockIlustrasi bersepeda. Orang tua bersepeda.

KOMPAS.com – Tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu diatasi dengan serius karena dapat menimbulkan komplikasi ke organ-organ penting. Selain dengan obat, berolahraga rutin juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Saat kita bergerak aktif, kita akan menggerakkan anggota-anggota gerak kita dan membutuhkan aliran darah dari jantung. Gerakan juga akan menaikkan denyut jantung, yang bisa dimonitor dari denyut nadi.

”Berolahraga akan memaksa jantung berdenyut lebih kuat, dan menaikkan tekanan darah. Setelah selesai olahraga, denyut nadi akan berkurang, dengan demikian tekanan darah jadi lebih terkontrol,” kata dr.Michael Triangto Sp.KO, dalam acara bertajuk "Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5).

Walau begitu, olahraga juga tidak boleh berlebihan, karena jika melampaui batas kemampuan tubuh justru akan meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: 7 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

“Bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan kematian. Jadi kita harus tahu tujuan kita berolahraga itu apa, dan sampai mana batas kemampuan kita,” ujar Michael.

Olahraga yang terbaik untuk penderita hipertensi adalah yang berjenis aerobik atau disebut juga kardio (kardiorespirasi). Jadi diharapkan akan melatih kardio dan pernapasan kita.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Olahraga kardio memiliki gerakan berulang-ulang, intensitas ringan, dan waktu melakukannya panjang. Misalnya jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang.

“Itu adalah jenis-jenis olahraga yang dapat digunakan untuk membantu mengontrol atau menurunkan tekanan darah yang tinggi,” imbuhnya.

Baca juga: 7 Jenis Olahraga Kardio yang Bisa Dilakukan di Rumah

Durasi olahraga

WHO menganjurkan kita berolahraga 150 menit per minggu, yang bisa kita pecah menjadi 30 menit sehari, lima kali dalam seminggu.

Michael mengatakan, waktu tersebut pun bisa dibagi-bagi lagi, misalnya pagi 10 menit, sore 10 menit, dan malam 10 menit, jadi total 30 menit/hari.

Dr.Michael Triangto Sp.KO, dalam acara bertajuk Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5).
Dok Good Doctor Dr.Michael Triangto Sp.KO, dalam acara bertajuk Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5).

“Itu untuk masyarakat umum. Namun untuk penderita hipertensi, harus dibuat penyesuaian sesuai kemampuannya. Olahraga 30 menit itu tidak lama, tapi dia tidak sanggup. Misalnya dia tidak pernah olahraga, atau punya komorbiditas lain. jadi harus disesuaikan dengan kondisinya. Kita lihat, kemampuannya berapa lama? Misalnya 15 menit, enggak apa-apa. Tapi naikkan secara bertahap,” paparnya.

Olahraga juga sebaiknya tidak dilakukan saat kondisi tubuh tidak fit, misalnya saja sedang sakit kepala.

“Periksakan dulu kondisi kita bagaimana saat itu. Kita bisa mengukur denyut nadi atau tekanan darah dengan device tertentu, dan lihat catatannya di aplikasi HP/ bisa juga pakai tensimeter digital,” katanya.

Baca juga: Benarkah Minum Kopi Bisa Meningkatkan Tekanan Darah?

Konsultasi online

Kunci sukses pengobatan untuk penyakit kronis seperti hipertensi adalah monitoring, yang dilakukan secara regular.

“Dengan wearable device, monitoring bisa dilakukan senditi, mudah, dan bisa dilakukan teratur dan hasilnya bisa direkam secara berkala. Ini akan jadi data yang menarik untuk dianalisis oleh dokter yg bersangkutan,” kata Head of Medical Management Good Doctor, dr.Adhiatma Gunawan, dalam acara yang sama.

Selain itu, kita juga bisa berkonsultasi ke dokter secara online. Saat ini aplikasi Good Doctor menyediakan konsultasi dengan dokter-dokter spesialis.

“Konsultasi online 24/7. Tidak pernah libur, selalu ada ribuan dokter yang siap melayani konsultasi di Good Doctor. Ketika butuh membeli obat, produk-produk kesehatan, bahkan obat resep, bisa membeli juga di Good Mall,” katanya.

Baca juga: Mengapa Hipertensi Bisa Sebabkan Stroke dan Penyakit Jantung

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X