Kompas.com - 04/05/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Perceraian bisa terjadi karena berbagai hal, termasuk jenis pekerjaan pasangan.

Faktanya, ada kecenderungan pekerjaan tertentu yang memiliki risiko perceraian lebih tinggi dibandingkan yang lainnya.

Profesi yang dijalani seseorang berpengaruh besar dalam kehidupannya. Pekerjaannya menentukan status finansial, kesibukan, lingkungan sosial, stres dan banyak lainnya.

Uang kerapkali menjadi sumber perdebatan dalam hubungan pernikahan. Karena itu, profesi seseorang yang menjadi sumber pendapatan tentu saja menjadi faktor penting.

Baca juga: Dorong Konseling Pranikah, MaRuf Amin Singgung 4 Penyebab Perceraian

Selain itu, pekerjaan berkontribusi besar dalam menciptakan kepuasan hidup seseorang. Hal ini dibuktikan dalam riset yang digelar berdasarkan data dari Survei Komunitas Amerika Biro Sensus AS 2015.

Hasilnya, ada sepuluh pekerjaan dengan risiko perceraian tertinggi berdasarkan penelitian itu.

Sebaliknya, ada sepuluh profesi lainnya yang memiliki risiko perceraian lebih rendah dan menjalani pernikahan yang berbahagia.

Berikut adalah daftar pekerjaan yang mendatangkan risiko perceraian tertinggi yaitu:

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Nasihat Pernikahan dari Mereka yang Pernah Bercerai

  1. Manajer game dan kasino 52.9%
  2. Bartenders 52.7%
  3. Pramugari 50.5%
  4. Pekerja layanan game seperti kasino dan aplikasi permainan 50.3%
  5. Operator dan penyedia mesin berkaitan dengan metal dan plastik 50.1%
  6. Operator switchboard 49,7%
  7. Pelaku industri penyedia logam dan plastik 49,6%
  8. Telemarketer 49.2%
  9. Pekerja industri tekstil 48.9%
  10. Pelaku industri benda padat termasuk kosmetik 48.8%

Setiap profesi ini memiliki kerentangan yang cukup tinggi akan perpisahan dengan alasan yang berbeda. Dikutip dari laman Business Insider, manajer kasino paling berisiko tinggi karena suasana kerjanya.

Baca juga: Cerai dengan Pangeran Charles, Putri Diana Dapat Kompensasi Besar

Sementara itu, pekerja industri cenderung bercerai karena pekerjaannya yang monoton. Hal ini berdampak buruk pada kondisi psikologisnya yang memicu pernikahan yang tidak harmonis.

Selain itu, pekerjaan itu cenderung memiliki penghasilan yang rendah sehingga kerap jadi sumber masalah.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Pekerjaan dengan risiko perceraian terendah

Secara umum, riset ini menemukan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih stabil berkontribusi untuk pernikahan yang lebih langgeng.

Lebih lanjut, profesi di bidang medis dan keuangan mendominasi pekerjaan dengan tingkat perceraian terendah.

Baca juga: Agar Hubungan Langgeng, Carilah Pasangan dengan 5 Kriteria Ini

Berikut adalah daftar pekerjaan dengan risiko perpisahan paling rendah di Amerika Serikat.

  1. Aktuaris 17%
  2. Peneliti ilmu fisik 18,9%
  3. Peneliti di bidang kedokteran 19,6%
  4. Pendeta 19,8%
  5. Pengembang perangkat lunak, aplikasi dan perangkat lunak sistem 20,3%
  6. Terapis fisik 20,7%
  7. Ahli kacamata: 20,8%
  8. Insinyur kimia: 21,1%
  9. Sutradara, aktivis keagamaan dan pendidikan 21,3%
  10. Dokter dan ahli bedah 21,8%

Bisa dilihat dari daftar pekerjaan tersebut bahwa kesamaannya adalah dalam hal finansial yang lebih baik.

Profesi dokter dan pengembang perangkat lunak sebenarnya memiliki tingat stres yang tinggi, hanya saja upah yang diterima sebanding untuk membuat seseorang tetap bahagia termasuk dalam pernikahannya.

Baca juga: 5 Kunci Hubungan Harmonis Bagi Pasangan dengan Beda Usia Jauh

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X