Kompas.com - 04/05/2021, 14:48 WIB
Ilustrasi celana dalam pria SHUTTERSTOCKIlustrasi celana dalam pria

KOMPAS.com - Ada banyak jenis celana dalam pria dan mudah kita temukan, seperti brief, boxer atau trunks. Kendati terkesan sepele, jenis celana dalam rupanya berperan besar pada kesehatan organ vital pria.

Celana dalam harus sering diganti dan dijaga agar tetap bersih. Jika kain pada celana dalam sudah sangat tipis atau tidak layak pakai, sudah sebaiknya celana tersebut dibuang.

Satu hal yang pasti, ketika membeli celana dalam, pertimbangkan apakah celana itu sesuai dengan yang kita butuhkan atau tidak.

Ini aturan yang harus dipahami saat memilih celana dalam supaya kita tidak salah membeli.

Baca juga: Pria Wajib Tahu, 3 Alasan Penting untuk Tidur Tanpa Celana Dalam

1. Setiap jenis celana dalam memiliki fungsi berbeda

Celana dalam berjenis boxer dan trunks biasanya terbuat dari kain yang ringan, tipis, dan memungkinkan udara untuk masuk.

Sementara itu, celana trunks dirancang untuk melindungi area organ vital secara keseluruhan.

Kedua jenis celana dalam ini akan membuat tubuh bagian bawah tampak lebih besar, sehingga cocok dipakai pria yang memiliki kaki kurus.

Celana dalam brief, di sisi lain, memiliki desain yang konvensional ketimbang trunks dan boxer.

Baca juga: Lelaki dengan Celana Dalam Boxer Punya Sperma Lebih Banyak

Biasanya, brief dibekali dengan ikat pinggang elastis dalam berbagai bentuk. Celana dalam ini memberikan dukungan dan perlindungan penuh tanpa adanya kain tambahan di sekitar area paha.

Brief akan memberikan sensasi ketat ketika dipakai, mirip dengan celana pendek, namun terdapat kain tambahan di sekitar paha.

Lalu, pria yang rajin berolahraga dan membutuhkan perlindungan ekstra sebaiknya mempertimbangkan pemakaian celana boxer-brief saat melakukan latihan.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

2. Tidak semua jenis celana dalam dipakai di waktu sama

Boxer atau trunks dirancang untuk membuat pria merasa nyaman. Jadi kita bisa memakainya saat tidur atau berjalan-jalan di sekitar rumah.

Tapi, kedua jenis celana tersebut tidak dianjurkan untuk dipakai berolahraga.

Celana dalam brief memberikan dukungan dan membuat pemakainya menjadi lebih percaya diri. Celana ini bisa kita gunakan saat berkencan.

Boxer-brief adalah celana dalam yang memiliki penampilan yang baik dan umumnya dipakai oleh pria untuk menjalani sesi latihan intensitas tinggi.

Baca juga: Jenis Celana Dalam Pria Seperti Apa yang Paling Sehat?

3. Memilih celana dalam sesuai tipe tubuh

Ketika membeli celana dalam, hal utama yang harus dipikirkan adalah kenyamanan dan dukungan.

Jika kita sudah memilih ukuran celana yang tepat namun merasa kurang pas, bisa jadi celana tersebut tidak sesuai tipe tubuh kita.

Secara umum, ada lima jenis bentuk tubuh, mulai dari kurus, bugar, berotot, pinggul lebar, dan pinggang besar.

Celana dalam berjenis brief dirancang untuk pria bertubuh kurus, bugar, dan berotot. Bagi pria yang kurus, bugar, berotot dan memiliki pinggul lebar, lebih cocok memakai celana berjenis trunks.

Boxer-brief dirancang untuk digunakan pria dengan bentuk tubuh apa pun. Dan terakhir, celana boxer akan terlihat pas pada pria yang bertubuh bugar, berotot, dan memiliki pinggang besar.

Baca juga: Waspada Efek Melakukan Pembesaran Penis Sembarangan

4. Mengecek bahan kain pada celana dalam

Kain pada celana dalam berfungsi mengatur suhu tubuh bagian bawah, menyerap cairan tubuh dan keringat yang berasal dari selangkangan.

Selain itu, kain celana dalam juga menjaga kebersihan celana dari dalam dan mencegah lecet.

Pastikan jenis kain pada celana dalam yang dipakai harian nyaman, berkualitas baik, dan terpapar udara dari luar (breathable).

Kita dapat memilih celana dalam berbahan katun atau campuran sintetis untuk dipakai sehari-hari, sementara celana dalam berbahan sutra dan kain lainnya hanya digunakan untuk momen tertentu.

Baca juga: Rihanna Gelar Fashion Show Pakaian Dalam Secara Virtual

5. Kenali situasi dan kondisi jika ingin menanggalkan celana dalam

Tidak memakai celana dalam alias membiarkan organ vital "terekspos" adalah ide yang berani. Namun kita harus melihat waktu dan tempat saat melakukannya.

Ada keuntungan jika tidak memakai celana dalam, yaitu mengurangi peluang kita untuk terkena infeksi jamur dan lecet. Sirkulasi darah juga meningkat di area organ vital ketika kita tidur.

Kendati demikian, saat kita tidak mengenakan celana dalam, kita harus berhati-hati dengan celana pendek atau celana panjang yang kita pakai.

Apabila kita tidak memakai celana dalam ketika pergi ke tempat fitnes, kita berisiko mengalami luka pada organ vital atau timbulnya bau menyengat dari area tersebut.

Baca juga: Temukan Bercak Putih Pucat pada Celana Dalam, Perlukah Kuatir?



Sumber mensxp
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X