Kompas.com - 04/05/2021, 17:14 WIB
Kucing suka jika dagu dan lehernya dielus. SHUTTERSTOCK/MEHANIQKucing suka jika dagu dan lehernya dielus.

KOMPAS.com - Ketika sedang stres kita mungkin berpikir untuk mencari aktivitas yang bisa membantu melepaskan stres, seperti berlibur atau menonton serial televisi kesukaan.

Namun ternyata, aktivitas sederhana seperti mengelus kucing dan bermain dengannya juga bisa membantu kita lebih rileks.

Mengapa demikian?

Menurut the Nest, beberapa manfaat mengelus kucing antara lain:

  • Membantu lebih rileks

Kontak dan sentuhan fisik baik dengan manusia maupun binatang dapat membantu tubuh memproduksi oksitosin, hormon yang dapat mengurangi tingkat hormon stres, kortisol.

Artinya, aktivitas sederhana seperti mengelus kucing sekalipun juga bisa membantu kita melepas stres dan menjadi lebih rileks.

Tak hanya itu, mengelus kucing juga bisa membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah.

Manfaatnya tak cuma dirasakan oleh manusia, tapi kucing juga akan merasa lebih nyaman dengan keberadaan kita dan pada akhirnya bisa membangun keterikatan yang lebih kuat.

Baca juga: Penjelasan Ilmiah Mengapa Kucing Suka Dagunya Dielus

  • Mengurangi kecemasan

Pada umumnya, mengelus kucing dapat membuat kita merasa lebih baik dan lebih bahagia.

Mengurangi jumlah stres dalam hidup dapat menurunkan tekanan darah dan membantu mengurangi kemungkinan menderita penyakit yang berhubungan dengan kecemasan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology edisi Januari 2009, pemilik kucing memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk meninggal akibat stroke atau penyakit jantung.

Jadi, manfaatnya tak hanya untuk kesehatan psikologis kita tetapi juga untuk kesehatan fisik.

  • Meningkatkan kesejahteraan

Ketika mengelus kucing, kemungkinan besar pikiran kita akan terfokus padanya.

Menurut The Waltham Book of Human-Animal Interactions: Benefits and Responsibilities, kehadiran kucing dapat meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan (well being), dan mencegah respons "fight or flight" terhadap situasi stres yang kita hadapi.

Lagi pula, bagaimana mungkin kita bisa bereaksi dengan amarah dan kesal jika ada seekor kucing lucu yang sedang mendengkur di sebelah kita sambil menikmati belaian kita, kan?

Inilah sebabnya mengapa kucing yang tenang dan ramah kerap digunakan dalam terapi dengan bantuan hewan untuk orang-orang yang menderita masalah fisik dan psikologis.

Jadi, ketika sedang stres mengerjakan aktivitas harian, tak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk memanjakan kucing peliharaan agar pikiran segar kembali.

Nah, tapi tidak semua area tubuh kucing "boleh" dielus, lho. Ada juga beberapa area tubuh kucing yang tidak disarankan untuk disentuh. Misalnya, ekor dan perut.

Baca juga: 3 Bagian Tubuh Kucing yang Tidak Boleh Disentuh



Sumber The Nest
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X