Kompas.com - 04/05/2021, 17:21 WIB
Ilustrasi PIXABAYIlustrasi
  • Usia 3 sampai 4 tahun pernikahan

Usia pernikahan ini memiliki risiko perceraian yang tergolong menengah, khususnya jika sudah memiliki buah hati. Anak-anak meningkatkan stabilitas hubungan dan mengurangi risiko perceraian.

Namun anak juga bisa jadi sumber beban pikiran yang memicu terjadinya perceraian. Kualitas pernikaha bisa menurun pada tahun keempat yang membuat hubungan memburuk.

Baca juga: 5 Kunci Hubungan Harmonis Bagi Pasangan dengan Beda Usia Jauh

  • Usia 5 sampai 8 tahun pernikahan

Risiko perpisahan kembali tinggi pada rentang usia pernikahan ini. Banyak yang berpendapat ini ada kaitannya dengan kepuasan hubungan yang sipercaya makin rendah dalam tujuh tahun hubungan.

Sekitar tahun ketujuh efek harmonis karena kehadiran anak-anak mulai menghilang. Orangtua tak ragu untuk berpisah karena anak dianggap sudah cukup besar.

Selain itu, kecenderungan wanita berselingkuh memuncak ketika memasuki tahun keenam rumah tangganya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Minta Pasangan Rutin Memberi Kabar, Posesif atau Bukan?

  • Usia 9 sampai 15 tahun pernikahan

Pasangan yang sudah menikah lebih dari sembilan tahun memiliki risiko rendah terhadap perceraian. Bahkan fase ini merupakan salah satu tahap teraman dalam hubungan suami istri.

Salah satu sebabnya karena anak yang semakin dewasa sehingga tekanan orangtua berkurang dan kualitas hubungan meningkat. 

Banyak orang juga semakin realistis dan menyadari hidup tidak akan seindah dongeng. Pemahaman ini membuat mereka semakin bijak dan fokus pada keluarga.

Baca juga: Tips Pernikahan Bahagia ala Sejumlah Selebritas

  • Usia 15 sampai 20 tahun pernikahan

Lama pernikahan tidak menjamin hubungan lebih langgeng. Hal ini dibuktikan dengan risiko perceraian yang meningkat, menjadi risiko menengah, kala memasuki usia 20 tahun hubungan.

Bahkan ide untuk berpisah di usia senja sudah begitu umum sehingga dijuluki sebagai fenomena gray divorce.

Susan Brown dari Bowling Green State University menciptakan istilah tersebut sebagai tanggapan terhadap tingkat perceraian orang dewasa di atas 50 tahun dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2010.

Penemuan terbaru General Social Survey menunjukkan bahwa pria dan wanita di atas usia 55 juga lebih mungkin untuk berselingkuh.

Aspek berpengaruh lainnya adalah ketidakbahagiaan yang dirasakan selama pernikahan. Banyak orang tidak bahagia dengan pasangannya meski sudah mengorbankan kebahagiaannya sendiri untuk mempertahankan hubungannya.

Mereka ini kemudian ingin merasakan bahagia dalam tahun-tahun terakhir hidupnya dengan jalan bercerai.

Baca juga: 10 Profesi dengan Risiko Perceraian Paling Tinggi dan Paling Rendah

 

Halaman:


Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X