Kompas.com - 05/05/2021, 11:45 WIB
Tim sepeda Kompas.com bersepeda bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo keliling Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/4/2021). Acara ini dalam  Kompas.com X Soffell Berbagi untuk edukasi pencegahan demam berdarah dengue dan perilaku hidup bersih sehat. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOTim sepeda Kompas.com bersepeda bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo keliling Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/4/2021). Acara ini dalam Kompas.com X Soffell Berbagi untuk edukasi pencegahan demam berdarah dengue dan perilaku hidup bersih sehat.

KOMPAS.com - Dunia masih berjuang mengatasi pandemi Covid-19, bahkan sejumlah negara mulai mengalami gelombang dua pandemi.

Selain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M), kita juga dianjurkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh selama masa pandemi Covid-19 ini. 

Ahli kesehatan merekomendasikan kita untuk tetap tinggal di rumah dan mendapatkan vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh supaya terhindar dari infeksi virus corona.

Nah, berikut ini terdapat beberapa cara sederhana dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seperti yang dilansir dari laman Times of India.

Baca juga: Waspadai 11 Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Anda Bermasalah

1. Menambahkan suplemen vitamin D

Tidak hanya dari makanan dan sinar matahari, kita bisa menambahkan vitamin D sehari-hari dalam bentuk suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah penelitian telah dilakukan pada anak-anak, di mana mereka diberi 1.200 IU vitamin D3 setiap hari.

Hampir 60 persen anak-anak yang mendapatkan suplemen lebih kecil kemungkinannya untuk terserang pilek dan flu dibandingkan anak-anak yang tidak diberi vitamin D.

Baca juga: Apa Dampaknya jika Bayi dan Anak Kekurangan Vitamin D?

2. Mengurangi kalori berlebih

Sebuah studi yang dilakukan oleh Tufts University menemukan bahwa ketika 46 pria dan wanita yang kelebihan berat badan makan lebih sedikit kalori selama enam bulan, sistem kekebalan mereka berfungsi lebih baik.

Mengurangi kalori hanya 10 persen juga dapat membantu orang yang kelebihan berat badan terhindar dari penyakit lainnya.

Penelitian lain juga menemukan hasil serupa pada orang yang kehilangan sekitar 5 kilogram berat badan dalam satu bulan.

3. Mengonsumsi makanan berserat tinggi

Dalam sebuah penelitian, tikus diberi makan serat larut atau jenis serat yang sering ditemukan pada gandum dan apel.

Hasilnya menunjukkan lebih sedikit tanda-tanda penyakit ketika tikus diberi zat yang menipu tubuh agar bertindak seolah-olah terinfeksi bakteri apa pun.

Meskipun penelitian pada manusia diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut, tidak ada salahnya mengonsumsi makanan kaya serat.

Baca juga: Penting, Asupan Serat Kala Diet di Tengah Pandemi Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X