Kompas.com - 05/05/2021, 15:17 WIB
Ilustrasi berjemur matahari KristinaJovanovicIlustrasi berjemur matahari

KOMPAS.com - Kita selama ini dianjurkan berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari untuk mendapatkan asupan vitamin D optimal.

Biasanya disarankan untuk berjemur ketika matahari mulai naik sampai maksimal pukul 10 pagi. Sebaliknya, sinar matahari pukul 12 siang dianggap berbahaya bagi kulit dan dapat memicu kanker.

Namun, mitos ini ternyata salah karena sinar matahari yang terpancar ketika tengah hari memiliki efek terbaik dibandingkan waktu-waktu lainnya. Khususnya jika tujuan kita untuk produksi vitamin D dalam tubuh. 

Baca juga: Alasan Jangan Ajak Bayi Berjemur Terlalu Pagi

Dokter spesialis penyakit dalam Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, CH, CHt, mengatakan ada waktu spesifik untuk mendapatkan hasil optimal.

Waktu antara pukul 10 pagi sampai 1 siang paling direkomendasikan berdasarkan penelitian terbaru di dunia kedokteran.

"Pukul 12 siang paling bagus untuk berjemur jika ingin mendapatkan vitamin D yang tercukupi dan tidak menyebabkan kanker seperti kata mitos," terangnya saat virtual press conference peluncuran produk Holisticare D3 1000 pada Rabu (5/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasannya karena gelombang sinar ultraviolet B (UV B) dalam level terbaik, yakni 320 nanometer. Adapun panjang gelombang paling ideal untuk kesehatan tubuh berkisar 280 sampai 320 nanometer.

Baca juga: Benarkah Kacamata Hitam Efektif Menangkal Sinar Matahari?

Lebih dari itu, tambah eff, tidak direkomendasikan karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk menghindari matahari setelah pukul 13.00.

Ia menyarankan untuk berjemur selama 10 sampai 30 menit ketika matahari mencapai puncaknya untuk asupan vitamin D yang cukup.

Akan lebih baik jika mengenakan pakaian terbuka sehingga semua bagian kulit terpapar sinar matahari.

Langsung terkena sinar matahari

Berjemur harus dilakukan secara langsung di bawah panas matahari dan di tempat terbuka. Maka dari itu, berjemur di balik jendela kantor, seperti yang sering dilakukan pegawai kantoran, tidak ada manfaatnya.

Pasalnya, jendela gedung yang cenderung tebal dapat mengeblok UVB yang bermanfaat untuk tubuh. Di sisi lain, sinar UVA tetap tembus sehingga aktivitas kita berjemur akan sia-sia belaka.

UVB baik untuk kesehatan termasuk untuk membangun imun tubuh, kesehatan tulang, dan terhindari dari virus Covid-19.

Baca juga: Seberapa Ampuh Vitamin D untuk Cegah Covid-19?

Hal ini dimungkinkan dengan adanya vitamin D yang diproduksi dengan bantuan sinar matahari ketika tubuh kita berjemur.

Masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang kekurangan kadar vitamin D dalam tubuhnya. Hal ini tergolong ironis karena kita tinggal di negara tropis yang kaya dengan sinar matahari.

Hal ini tidak lain karena salah pemahaman yang berkembang selama ini di masyarakat. Selain itu, masih ada ketakutan kulit menjadi hitam atau risiko kanker kulit akibat paparan sinar mentari. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.