Kompas.com - 08/05/2021, 12:00 WIB
Ilustasi hewan peliharan di rumah, anjing dan kucing. SHUTTERSTOCK/New AfricaIlustasi hewan peliharan di rumah, anjing dan kucing.

KOMPAS.com - Jika kita memelihara anjing atau kucing, bahkan keduanya, tentu kita dapat memantau sendiri tingkah laku, dan perkembangan dari kedua hewan lucu tersebut.

Anjing biasanya mudah untuk dilatih agar mengikuti dan mematuhi perintah. Namun, kucing pun bukan tak mungkin bisa mengikuti instruksi serupa.

Lalu, siapakah yang lebih pintar di antara keduanya? Anjing atau kucing?

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Neuroanatomy menyimpulkan, anjing adalah spesies yang lebih cerdas.

Baca juga: Seperti Anjing, Bisakah Kucing Dilatih agar Jadi Penurut?

Dalam penelitian ini, para peneliti ingin menentukan berapa banyak neuron di korteks serebral pada spesies karnivora dan omnivora tertentu.

Di dalamnya ada anjing peliharaan, kucing peliharaan, musang, luwak berpita, rakun, hyena bergaris, singa, dan beruang coklat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti meneliti neuron karena menurut U.S. National Library of Medicine, neuron adalah sejenis sel yang menerima dan mengirim pesan dari tubuh ke otak dan kembali ke tubuh.

"Neuron adalah unit pemrosesan informasi dasar. Semakin banyak unit yang ditemukan di otak, semakin mampu hewan itu secara kognitif."

Demikian dikatakan Suzana Herculano-Houzel, ahli saraf, sekaligus salah satu peneliti pada penelitian tersebut.

Proses mengetahui kecerdasan anjing 

Pertama, para peneliti mengisolasi korteks serebral hewan.

Korteks serebral mensintesis rangsangan luar yang diterima oleh bagian lain dari otak untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah, hingga menjadikannya lokasi ideal untuk menghitung neuron.

Korteks hewan kemudian dipecah menjadi inti yang tersuspensi dari sel saraf untuk memungkinkan peneliti mulai menghitung neuron.

Perlu diketahui, otak yang lebih besar tidak berarti memiliki lebih banyak ruang untuk lebih banyak neuron.

Fakta ini dijelaskan dalam sebuah riset oleh Herculano-Houzel -yang dikenal sebagai kritikus eksperimen.

Dia menampilkan dua anjing, seekor anjing kampung seberat tujuh kilogram dan seekor anjing golden retriever seberat 30 kilogram.

Baca juga: Anjing Bisa Berbohong pada Tuannya, Benarkah?

Meski ukuran berbeda, namun kedua anjing tersebut mengandung jumlah neuron yang kira-kira sama.

Lalu, menariknya lagi, beruang yang memiliki otak jauh lebih besar, justru memiliki neuron yang lebih sedikit.

Dalam riset ini ditemukan korteks pada otak anjing yang diteliti memiliki sekitar 500 juta neuron, sedangkan kucing hanya sekitar 250 juta neuron.

Namun, temuan kandungan neuron ini menurut Herculano-Houzel tidak lantas mutlak membuktikan tingkat kecerdasan.

Sebab, menurut dia, beberapa kucing menampilkan diri mereka sangat pintar, sementara beberapa anjing mungkin tidak memenuhi standar yang ditetapkan secara ilmiah.

Baca juga: Mengendus Bisa Buat Anjing Bahagia, Mengapa?

Meski begitu, entah lebih pintar anjing atau pun kucing, dua hewan peliharaan ini tetaplah hewan yang selalu mampu menghibur, bukan? 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Hills Pet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.