Kompas.com - 09/05/2021, 10:23 WIB
Sentra vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, tetap ramai di bulan puasa Ramadhan.   Pantauan kompas.com, Kamis (15/4/2021) pagi, pukul 07.30 WIB, ratusan warga lansia sudah mengantre di gedung parkir sebrang Istora Senayan. KOMPAS.com/IhsanuddinSentra vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, tetap ramai di bulan puasa Ramadhan. Pantauan kompas.com, Kamis (15/4/2021) pagi, pukul 07.30 WIB, ratusan warga lansia sudah mengantre di gedung parkir sebrang Istora Senayan.

2. Demam

Pada beberapa orang, efek samping demam baru muncul setelah menerima dosis kedua.

Hal ini dikarenakan sistem kekebalan lebih siap daripada saat pertama kali menerima vaksin sehingga bekerja lebih tinggi.

Demam biasanya sembuh dalam satu atau dua hari. Tidak direkomendasikan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit sebelum menerima vaksin dosis kedua.

Alasannya karena dikhawatirkan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat mengganggu kerja vaksin di dalam tubuh.

"Setelah mendapat suntikan baru boleh menggunakan pereda nyeri jika efeknya melemahkan atau sulit ditoleransi," kata Baumgarten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika mengalami demam, istirahatlah dan minum banyak cairan. Hubungi dokter Anda jika ada efek samping yang memburuk setelah 24 jam atau tidak hilang dalam 72 jam.

Baca juga: Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

3. Kelelahan

Beberapa orang ada yang mengalami kelelahan setelah mendapatkan vaksin. Ini adalah efek samping yang wajar terjadi.

Kelelahan adalah efek samping sistemik seperti sakit kepala dan nyeri otot yang lebih banyak terjadi pada wanita serta orang-orang berusia 55 tahun ke bawah.

"Santai saja dan istirahatlah saat membutuhkannya, terutama ketika merasa lelah," saran Baumgarten.

4. Sakit kepala

Beberapa orang salah mengira efek samping vaksin seperti sakit kepala sebagai gejala penyakit Covid-19 yang sebenarnya .

"Ini salah. Vaksin Covid-19 tidak menyebabkan seseorang terinfeksi karena tidak ada virus hidup di dalamnya," kata Sharieff.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Penularan Penyakit

Memang tetap ada kemungkinan untuk seseorang terinfeksi Covid-19 setelah menerima vaksin. Tetapi penyebabnya bukan karena vaksin.

Alasan lebih tepatnya karena tubuh benar-benar terpapar virus sebelum mendapatkan vaksin atau sistem kekebalan belum memiliki kesempatan untuk meningkat.

Sakit kepala biasanya terjadi setelah mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua. Obat terbaik adalah obat pereda nyeri.

5. Mual

Sekitar 3,5 persen orang mengeluh mengalami mual setelah mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua. Beberapa bahkan ada yang sampai muntah.

Apabila terasa mual setelah menerima vaksin, cobalah untuk tetap terhidrasi dengan baik dan cari solusi yang sebelumnya berhasil mengatasi mual.

Baca juga: Wajarkah Meriang Setelah Disuntik Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Ahli

6. Nyeri otot

Beberapa orang melaporkan nyeri tubuh dan nyeri otot setelah menerima vaksin dosis kedua.

"Jika rasa nyeri menjadi semakin parah, cobalah minum pereda nyeri yang sama untuk sakit kepala," kata Baumgarten.

7. Kelenjar getah bening bengkak

Tidak seperti efek samping vaksin lain yang biasanya hanya bertahan satu atau dua hari, pembengkakan kelenjar getah bening membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk hilang.

"Berdasarkan pengalaman, pembengkakan kelenjar getah bening efeknya hilang selama beberapa minggu,” kata Baumgarten.

Para ahli merekomendasikan untuk menunda mendapatkan mammogram atau pemeriksaan pembengkakan kelenjar getah bening selama 4-6 minggu setelah vaksin Covid-19.

Sebab pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dapat menyebabkan hasil positif palsu pada mammogram.

Jika pembengkakan terasa nyeri, cobalah minum obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Baca juga: Ada Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Usai Vaksin Covid-19, Jangan Panik

Efek samping yang sangat langka

Pada beberapa orang, bisa juga muncul efek samping yang sangat langka usai menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

1. Reaksi alergi

Pada awal peluncuran vaksin, beberapa orang mengalami reaksi anafilaksis (alergi) parah setelah mendapatkan dosis pertamanya.

Reaksi ini terjadi pada orang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang serius. Namun semua kejadian berhasil diobati.

"Secara umum, alergi terhadap obat-obatan biasa terjadi," kata Baumgarten.

Inilah sebabnya banyak formulir penerimaan vaksin menanyakan apakah seseorang pernah mengalami reaksi alergi yang serius.

Selain itu, sehabis menerima vaksin setiap orang juga diminta menunggu sekitar 15-30 menit untuk melihat reaksinya.

"Jika seseorang memberi tahu dirinya memiliki riwayat reaksi alergi terhadap sesuatu, maka akan diawasi selama 30 menit setelah mendapatkan vaksin sebagai tindakan pencegahan ekstra," kata Sharieff.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Sinopharm Menurut BPOM

2. Gumpalan darah langka

Pada 13 Februari, Food and Drug Administration menghentikan sementara pemberian vaksin Johnson & Johnson setelah laporan pembekuan darah pada wanita. Bahkan beberapa di antaranya berakibat fatal.

Pembekuan darah juga dilaporkan di antara penerima vaksin AstraZeneca di Eropa. Kedua vaksin tersebut mengandalkan teknologi yang sama.

Tetapi larangan penghentian dicabut pada 23 April setelah tinjauan menemukan manfaat vaksin masih jauh lebih besar daripada risikonya. .

Sharieff mengatakan, kejadian ini sebenarnya jarang terjadi. Terlebih lagi, virus sebenarnya yang menyebabkan Covid-19 membawa risiko penggumpalan darah 10 kali lebih tinggi daripada vaksin.

Baca juga: Sabtu Pagi, 1.389.600 Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

3. Miokarditis

Sejauh ini, tingkat miokarditis setelah vaksin adalah sekitar satu dari 100.000 vaksin. Kebanyakan efek samping ini dialami pria di bawah usia 32 tahun dan sebagian besar terjadi setelah dosis kedua.

“Mereka tidak tahu apakah ini melebihi apa yang akan terjadi pada populasi normal,” kata  Baumgarten.

Infeksi virus dapat menyebabkan miokarditis, meskipun sering kali penyebabnya tidak pernah ditemukan.

Gejala miokarditis termasuk sesak napas. Terutama setelah berolahraga atau saat berbaring, kelelahan, nyeri dada, jantung berdebar-debar, serta bengkak di tangan, tungkai, pergelangan kaki, atau kaki.

Baca juga: Pangeran Harry Ajak Donasi Vaksin untuk Merayakan Ulang Tahun Putranya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.