Kompas.com - 09/05/2021, 14:12 WIB
[Tangkapan Layar] King Tompang, Baju Tradisional Kalimantan Barat Youtube/ Majalah Bobo[Tangkapan Layar] King Tompang, Baju Tradisional Kalimantan Barat

KOMPAS.com - Kuliner bipang ambawang dari Kalimantan Barat jadi topik perbincangan hangat di media sosial belum lama ini.

Makanan ini jadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo merekomendasikannya untuk dibeli secara online pada Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada 5 Mei lalu.

Sayangnya, pembahasannya bukan soal kelezatannya melainkan kontroversinya. Rekomendasi makanan ini dianggap tidak menghormati umat Islam yang sedang menjalani ibadah Ramadhan.

Bipang, sesuai dengan namanya, merupakan panganan yang terbuat dari daging babi yang dipanggang. Karena itu, kuliner ini haram untuk dikonsumsi oleh muslim.

Baca juga: Bipang Ambawang dalam Pidato Jokowi dan Penjelasan Mendag

Terlepas dari itu, bipang asal Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini memang terkenal kelezatannya di dunia kuliner.

Terbuat dari daging babi muda, dibumbui dengan resep tradisional, dan dipanggang dengan arang hingga belasan jam. Tak heran hasilnya begitu menggoda sehingga banyak dicari pecinta gastronomi saat berkunjung ke daerah ini. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain bipang ambawang, sebenarnya ada banyak panganan khas Kalimantan Barat lain yang layak untuk dijajal.

Hal ini tak lain pengaruh dari keragaman warganya yang berasal dari berbagai suku, ras, etnis dan agama.

Baca juga: Startup Kuliner Akan Difasilitasi di Indonesia Spice Up The World

Berikuta adalah lima jenis kuliner khas Kalimantan Barat lainnya yang lezat untuk dinikmati antara lain:

  • Sotong Pangkong

Camilan ini dibuat dari cumi-cumi atau sotong berukuran besar yang dijemur. Setelah kering, makanan ini kemudian dipangkong alias dipukul-pukul sehingga bertambah lebar dan tipis.

Makanan ini kemudian dinikmati dengan saus kacang yang pedas dan gurih. Dulunya makanan ini hanya bisa ditemukan ketika bulan puasa.

Namun sekarang kita bisa menjumpainya di berbagai kedai yang tersebar di Kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat.

Ilustrasi choipan, salah satu makanan yang laku pada jastip jajanan Jakarta. SHUTTERSTOCK/OEN MICHAEL Ilustrasi choipan, salah satu makanan yang laku pada jastip jajanan Jakarta.

  • Choipan

Etnis Tionghoa di Kalimantan Barat juga punya kuliner lezat yang tak boleh dilewatkan yakni Choipan. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang diisi irisan bengkuang, talas atau kucai kemudian dikukus.

Sebagai taburan, diberikan minyak bawang yang menambah rasa gurihnya. Biasanya ini disantap dengan sambal khas lokal dan kecap.

Ukurannya kecil, jadi jangan kaget kalau ternyata bisa menyantap belasan potong choipan dalam satu kali makan.

Kedai yang menjual choipan tersebar di hampir semua kota di Kalimantan Barat. Namun pastikan untuk menikmati kelezatan dumpling ini di Rumah Keluarga Tjhia di Singkawang jika ingin mencicipi resep yang sudah berusia ratusan tahun.

Baca juga: 15 Makanan Khas Pontianak, Ada Choipan dan Bakwan Udang

  • Pengkang

Apabila berkunjung ke Pontianak, luangkan waktu sejenak untuk menikmati pengkang. Makanan ini terbuat ketan, diisi dengan ebi, dan dibungkus daun pisang.

Kemudian dijepit bambu dan dibakar dengan batok kelapa sehingga memiliki aroma khas. Sekilas bentuknya memang mirip lemper namun citarasanya sangat berbeda.

Tak lupa, makanan ini disantap dengan sambal kerang yang manis dan pedang agar makin lengkap kelezatannya.

Film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi Dian Sastro pernah mengangkat soal kuliner ini. Tentunya ini jadi bukti rasanya yang tak boleh dilewatkan.

Baca juga: 5 Adegan Menarik dalam Film Aruna dan Lidahnya

  • Kwetiau Pontianak

Makanan lain yang tak kalah enaknya adalah kwetiau Pontianak yang disajikan dalam berbagai cara. Ada yang digoreng, kuah dan disiram dengan kuah kental.

Berbeda dari daerah lainnya, kwetiau di provinsi ini terbuat dari mie basah yang baru saja diproduksi. Karena itu rasa dan kesegarannya berbeda dibandingkan kuliner di daerah lain.

Dahulu, etnis Tionghoa banyak menggunakan daging babi sebagai pelengkap. Namun seiring popularitasnya, diganti dengan daging sapi yang diiris tipis yang menambah gurih dan lezatnya.

Baca juga: Resep Bakwan Pontianak Teri Jengki dan Rebon, Lauk Sahur Simpel

  • Bingke Berendam

Bingke juga merupakan kudapan yang dulunya hanya dijual saat Bulan Ramadhan. Pasalnya makanan dengan rasa manis dan bertekstur lembut ini sangat cocok dimakan saat berbuka puasa.

Terbuat dari adonan telur dan sedikit tepung, sekilas memang bentuknya terlihat seperti pie susu. Jangan terkecoh, rasanya lebih tradisional namun tak kalah lezatnya.

Hal ini buah dari proses pemanggangan dengan api atas dan bawah sekaligus di tungku arang. Tampilannya yang basah dan lembuk membuat terlihat bagaikan direndam dengan mentega sehingga layak disebut Bingke Berendam.

Saat ini variasinya sudah beragam untuk memenuhi selera pasar. Misalnya saja bingke ubi ungu, bingke kentang sampai bingke daging.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Bipang Ambawang dan 4 Makanan Khas Daerah yang Direkomendasikan Jokowi 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.