Kompas.com - 10/05/2021, 13:51 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Menurut Garrette, rata-rata kliennya mengalami kerusakan skin barrier akibat terlalu sering mengangkat sel kulit mati (exfoliating).

Proses eksfoliasi atau mengangkat sel kulit mati, jika dilakukan secara berlebihan akan membuat kulit menjadi sensitif dan mengalami iritasi.

Tanda yang menunjukkan kerusakan skin barrier

Ketika skin barrier rusak, iritasi pada kulit akan terlihat, seperti kulit menjadi kemerahan, tekstur bersisik, rasa gatal, dan peradangan.

Gohara mengatakan, kita bahkan bisa mengalami ruam, sementara Garrette mengungkap tanda skin barrier rusak adalah rasa perih dan terbakar saat menggunakan produk nonaktif seperti pembersih (cleanser) atau serum pelembap.

Baca juga: Apa Beda Krim Pelembab Harga Jutaan dengan yang Murah?

Skin barrier yang rusak juga menyebabkan jerawat, dan akan semakin parah jika kita melakukan perawatan kulit terlalu keras.

Memperbaiki skin barrier yang rusak

Mengatasi kerusakan skin barrier relatif mudah, dan kita dapat mengembalikan skin barrier dalam kondisi yang baik.

"Biarkan kulit Anda memperbarui diri. Produk perawatan kulit sederhana adalah solusi yang Anda butuhkan, termasuk menghindari riasan untuk sementara," kata Idriss.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Glamour
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.