Kompas.com - 10/05/2021, 14:34 WIB
Ilustrasi KatarzynaBialasiewiczIlustrasi

Publikasi hanya akan memaksa mereka menerima banyak telepon, email, komentar dan berbagai hal lain, yang pada akhirnya hanya akan mengganggu.

Selain itu, keluarga juga seringkali ingin menyampaikan kabar semacam ini secara pribadi kepada orang lain.

  • Awas menebar hoax

Jangan asal menyebarkan penyebab kematian seseorang tanpa melakukan verifikasi langsung dari orang terdekatnya.

Lebih baik lagi untuk tidak menyatakan apa pun soal itu, karena memang bukan hak kita.

Kabar yang tidak benar hanya akan menambah buruk kondisi yang yang sedang dialami oleh keluarga.

Cukup sampaikan ungkapan dukacita tanpa menambah informasi yang tidak dibutuhkan.

  • Pilih cara terbaik 

Pertimbangan kedekatan hubungan dan bagaimana kabar tersebut akan direspons ketika ingin mengunggahnya di medsos.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerabat yang ditinggalkan akan jarang sekali memantau media sosial, sehingga ucapan belasungkawa di Instagram atau Twitter sebenarnya tidak efektif.

Kiriman bunga, pesan langsung via Whats App atau jalur komunikasi pribadi lainnya atau telepon adalah alternatif yang lebih baik untuk menyampaikan niat baik kita.

Baca juga: 6 Cara Menghadapi Body Shaming di Media Sosial

Perhatikan pula untuk menelepon ketika pemakaman sudah selesai dilakukan, dan keadaan sudah mereda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.