Kompas.com - 10/05/2021, 17:35 WIB
Ilustrasi daging olahan. shutterstockIlustrasi daging olahan.

1. Daging olahan

Daging olahan adalah semua jenis daging yang diawetkan dengan cara diasapi, diasinkan, diawetkan, atau dikalengkan. Kebanyakan daging olahan adalah daging merah.

Beberapa contoh daging merah yang telah diolah antara lain hot dog, sosis, daging kornet, dan dendeng.

Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menciptakan karsinogen.

Menurut sebuah penelitian tahun 2018, mengawetkan daging dengan nitrit dapat membentuk karsinogen yang disebut senyawa N-nitroso.

Baca juga: Pahami, Risiko Minum Alkohol pada Usia Tertentu

Mengasapi daging juga dapat menyebabkan karsinogenik hidrokarbon polisiklik aromatik (PAH).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam ulasan tahun 2019, daging olahan merupakan faktor risiko utama kanker kolorektal dan penelitian yang berbeda menemukan bahwa itu juga terkait dengan kanker perut.

Kemudian, para peneliti juga menunjukkan bahwa konsumsi tinggi daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

2. Makanan yang digoreng

Saat makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi, senyawa yang disebut akrilamida terbentuk. Ini bisa terjadi selama menggoreng dan memanggang.

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.