Kompas.com - 11/05/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi nastar, kue kering khas Lebaran di Indonesia. Nastar berisi selai nanas. SHUTTERSTOCK/KETUT MAHENDRIIlustrasi nastar, kue kering khas Lebaran di Indonesia. Nastar berisi selai nanas.

KOMPAS.com - Perayaan Lebaran identik dengan berbagai kue kering sebagai salah satu sajian utama.

Kue kering seperti nastar, kastangel, dan putri salju adalah pelengkap perayaan Idul Fitri yang tak boleh dilewarkan. Keberadaannya nyaris sudah jadi tradisi yang hampir sama pentingnya dengan opor dan ketupat.

Cookies umumnya disediakan untuk tamu yang berkunjung namun lebih sering habis disantap tuan rumah sendiri. Tak heran, siapa yang bisa menolak manis dan gurihnya aneka ragam kue istimewa ini.

Baca juga: 10 Resep Kue Kering Lebaran Serba Keju, Bukan Cuma Kastengel dan Nastar

Sayangnya kudapan ini bisa jadi berbahaya bagi penderita diabetes. Olahan mentega, terigu, gula dan krim ini jelas kayak lemak dan kandungan gula tinggi.

Konsumsi kue kering dapat memicu kenaikan insulin dalam darah. Namun melewatkan sajian khas Idul Fitri ini rasanya begitu sayang untuk dilakukan.

Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan penderita diabetes saat menikmati sajian cookies lebaran dan tetap menjaga kadar gula.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Pilihan Baju Lebaran dari Brand Milik Artis

  • Makan berkesadaran

Pola makan berkesadaran bisa jadi salah satu cara untuk menahan diri agar tidak kalap saat Lebaran. Makan dengan perlahan, fokus pada rasa, tekstur, dan sensasi mengunyah setiap suapan untuk pengalaman yang lebih optimal.

  • Kontrol porsi makan

Ketahui berapa banyak porsi yang bisa kita makan sesuai dengan kondisi kesehatan. Jika perlu, konsultasikan pada dokter untuk mengetahui batasannya.

Batasi porsinya dalam jumlah tersebut agar kita tidak khilaf mengonsumsi terlalu makanan.

Baca juga: 4 Jenis Pekerjaan Rumah Tangga untuk Membakar Kalori

  • Awali dengan kurma

Makanan manis adalah salah satu godaan terbesar selama Idul Fitri. Awali dengan sebutir kurma sebelum makan sepotong lapis legit atau nastar untuk memuaskan nafsu makan agar tidak berlebihan.

Ilustrasi kue kering pandan. PEXELS/ Cats Coming Ilustrasi kue kering pandan.

  • Buat kue kering rendah gula

Para penderita diabetes bisa bereksperimen membuat kue kering rendah gula. Saat ini sudah tersedia banyak resep kue kering ramah diabetes yang menggunakan stevia atau tepung gandum sebagai pengganti.

Baca juga: Apa Itu Pemanis Buatan? Pengganti Gula Rendah Kalori

  • Segera tinggalkan meja kue setelah makan

Setelah mencicipi beberapa makanan yang diinginkan dalam jumlah ideal, segera tinggalkan meja yang menghidangkan kue kering favorit.

Cara ini ampuh agar kita tidak tergoda untuk makan lagi yang mungkin berbahaya bagi kadar gula dalam darah.

  • Makan sayur

Makan secara rutin dalam porsi kecil bisa mengontrol rasa lapar kita. Lakukan hal ini selama Lebaran, khususnya dengan menyertakan menu sayuran.

Sediakan salad yang menyegarkan sebagai pengganti ketika rasa lapar mendera atau saat kita ingin meraih setoples nastar di depan mata.

Baca juga: Makan Sehat dengan Salad ala Kuliner Korea

  • Periksa kadar gula darah

Perubahan rutinitas dan kebiasaan makan serta penyesuaian obat selama Ramadhan dapat menimbulkan dampak yang tidak terduga.

Karena itu, periksakan kadar gula dalam darah terkini dan cari tahu dampaknya. Tanyakan kepada dokter soal pola makan baru yang harus dilakoni apabila ada perubahan besar.

  • Olahraga ringan

Lebaran sering jadi momen ketika orang meninggalkan rutinitas olahraganya. Namun aktivitas fisik ini sebenarnya bisa menjaga kadar gula kita khususnya saat didera pola makan tidak sehat selama Idul Fitri.

Olahraga meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot dan sensitivitas insulin tubuh, sehingga memiliki efek yang lebih besar dalam menurunkan kadar gula.

Luangkan waktu untuk berolahraga ringan misalnya dengan berjalan kaki keliling kompleks perumahan.

Baca juga: Kenali Olahraga yang Aman untuk Menurunkan Tekanan Darah

  • Minum cukup air

Minum air putih penting untuk mencegah dehidrasi setelah puasa berkepanjangan. Selain itu, air bermanfaat mengeluarkan gula dari sistem tubuh setelah terlalu banyak makan makanan manis.

Usahakan untuk minum satu cangkir air putih setiap jam. Tentunya batasi konsumsi air bercitarasa manis agar tidak terlalu membebani tubuh.

Baca juga: 5 Mitos yang Salah soal Penyakit Diabetes, Jangan Mudah Percaya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.