Kompas.com - 13/05/2021, 15:29 WIB
Pencarian tentang harapan cukup tinggi di masa pandemi Covid-19. PIXABAYPencarian tentang harapan cukup tinggi di masa pandemi Covid-19.

Oleh: Annisa Ardiani, Content Writer Rekata

Manusia tidak lepas dari prasangka dan stereotip. Hal tersebut bergantung kepada kepercayaan dan pengetahuan kita. Ketika kita bertemu dengan orang-orang tertentu, ada beberapa prasangka buruk yang langsung muncul di benak kita.

Hal tersebut lumrah, tetapi memiliki pemikiran buruk terus menerus juga tidak baik. Lebih baik, kita berprasangka baik dan memiliki mindset positif terhadap orang lain. Namun, bukan berarti kita tidak berhati-hati, ya!

Yuk, ketahui apa saja manfaat memiliki mindset positif:

Baca juga: 5 Cara Mengembangkan Growth Mindset

1. Membantu melawan penyakit tubuh
Prasangka baik dan mindset positif bisa memberikan afirmasi untuk melawan penyakit tubuh.

Seseorang yang sakit akan cenderung lebih cepat sembuh jika ia memiliki pemikiran bahwa ia pasti akan sehat dan berusaha untuk menjadi sehat.

2. Mendukung kesehatan mental
Tentunya, pikiran yang baik akan mendukung kesehatan mental kita. Hal ini karena mental kita akan cenderung lebih stabil. Kita akan terhindar dari depresi, kecemasan, hingga skizofrenia.

Baca juga: Beres-beres Rumah, Cara Mudah Redakan Gejala Kecemasan

3. Mengurangi tingkat stres dan mengontrol emosi
Selain kesehatan mental terjaga, memiliki berprasangka baik juga bisa mengurangi tingkat stres dan kita jadi lebih bisa mengontrol emosi.

Selain itu, kita juga bisa menghindari hal-hal yang bisa terjadi jika kita tidak bisa mengontrol emosi, seperti gegabah, berpikir pendek, dan yang lainnya.

4. Memperbesar peluang berumur panjang
Menurut sebuah studi dari Proceedings of the National Academy of Sciences of United States of America di tahun 2019, terbukti bahwa berpikiran positif bisa meningkatkan masa hidup manusia hingga 11-15 persen.

Hal ini juga selaras dengan fakta bahwa berprasangka baik bisa melawan penyakit sehingga kita akan terhindar dari penyakit di masa tua.

Baca juga: 7 Hobi yang Bisa Bikin Umur Panjang

Ilustrasi tertawaDragonImages Ilustrasi tertawa

5. Meningkatkan kualitas hidup
Secara keseluruhan, kualitas hidup kita akan meningkat seiring dengan kesehatan tubuh dan mental yang terjaga dengan kita memiliki mindset positif dan berprasangka baik. Hidup kita pun akan menjadi lebih damai dan tentram.

6. Berdampak positif pada orang lain dan lingkungan sekitar
Jika kita berprasangka baik kepada orang, kita akan lebih disukai banyak orang. Kita tidak akan terbawa emosi dalam masalah dan berpikir lebih jernih.

Sikap positif ini juga bisa menyebar dan berdampak baik bagi orang lain dan lingkungan sekitar kita.

Baca juga: Kebahagiaan Bisa Menular Lewat Berbagi Kebaikan

Humankind: Manusia Pada Dasarnya Baik

Buku Humankind: Sejarah Penuh Harapan.Dok GPU Buku Humankind: Sejarah Penuh Harapan.
Salah satu buku yang membahas tentang hal ini adalah “Humankind: Sejarah Penuh Harapan”. Buku ini menceritakan bahwa terdapat suatu kepercayaan yang telah menghunjam ke dasar pemikiran Barat, dari Machiavelli sampai Hobbes, Freud sampai Dawkins.

Kepercayaan tersebut menyatukan kelompok kiri dan kanan, ahli psikologi dan filsafat, hingga penulis dan pencata sejarah.

Kita diajari bahwa pada dasarnya manusia bersifat egois dan digerakkan oleh kepentingan pribadi. Kepercayaan ini juga yang mengilhami judul berita di sekeliling kita dan hukum yang mengatur hidup kita.

Baca juga: Pola Pikir Positif Ibu Menghasilkan Anak yang Tangguh

Rutger Bregman, sang penulis buku, mengajukan sebuah argumen baru bahwa akan lebih realistis dan revolusioner ketika kita memiliki anggapan bahwa manusia pada dasarnya baik.

Sejak awal kehadirannya, manusia sudah memiliki naluri untuk bekerja sama bukannya bersaing dan saling percaya bukannya tidak percaya.

Bregman merangkum berbagai penelitian paling terkenal di dunia dalam kerangka baru, memberikan sudut pandang baru untuk 200.000 tahun terakhir dalam sejarah manusia.

Dengan hal itu, ia menunjukkan bagaimana kepercayaan terhadap kebaikan dan altruisme manusia bisa mengubah cara kita berpikir dan menjadi dasar untuk mencapai perubahan sejati di masyarakat.

Baca juga: Pria yang Baca Buku Ini Lebih Menarik di Mata Wanita

Berlatar belakang seorang sejarawan lulusan Utrecht University, penulis berdarah Belanda ini telah menulis beberapa buku nonfiksi bertema sejarah, filosofi, dan ekonomi.

Salah satu bukunya yang terkenal adalah “Utopia for Realists: How We Can Build the Ideal World” yang telah diterjemahkan ke dalam 23 bahasa.

Kamu bisa membeli buku “Humankind: Sejarah Penuh Harapan” di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Gramedia
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.