Kompas.com - 14/05/2021, 18:33 WIB
Ilustrasi batuk di musim hujan (Dok. Shutterstock)Ilustrasi batuk di musim hujan

KOMPAS.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit penyerta atau komorbid yang dapat memperparah infeksi Covid-19.

Terlebih lagi, gelombang kedua Covid-19 yang sangat mudah menular membuat orang-orang dengan diabetes harus menghadapi risiko keparahan penyakit, serta kematian yang tinggi.

Kadar glukosa darah yang buruk mengganggu produksi insulin dalam tubuh dan menekan sel imun.

Diabetes juga dapat menyulitkan tubuh memanfaatkan nutrisi, memiliki aliran darah yang buruk, dan bahkan mungkin memiliki jangka waktu pemulihan yang lama.

Seperti Covid-19, diabetes dapat mempersulit melawan viral load, tetapi juga mengundang penyakit lain.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Diabetes Tidak Terdeteksi?

Menurut dokter, pasien diabetes umumnya memiliki masalah pada pembuluh darahnya sehingga mereka lebih mungkin menderita gangguan kardiovaskular, penurunan pernapasan, serta penyakit paru-paru kronis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena kondisinya yang kurang baik ini, pasien diabetes kemungkinan besar dapat mengalami beberapa gejala-gejala lain.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini terdapat empat gejala Covid-19 yang harus diwaspadai pasien diabetes seperti yang dilansir dari Times of India.

Baca juga: Update: Sebaran 2.633 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jakarta

1. Ruam kulit dan kuku Covid-19

Pada gelombang kedua virus corona, gejala yang lebih tidak biasa dapat muncul seperti ruam kulit, peradangan, dan gejala alergi.

Di samping itu, timbulnya garis horizontal pada kuku tangan dan kaki (kuku Covid-19), gatal-gatal, serta bintik merah menjadi tanda infeksi yang dialami oleh pasien diabetes.

Orang yang menderita diabetes juga lebih rentan terhadap manifestasi kulit dan penyembuhan yang lebih lambat dari luka.

Baca juga: Perubahan Pada Kuku Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetesSHUTTERSTOCK/Proxima Studio Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes

Kadar gula darah yang tinggi membuat luka sulit sembuh dan meningkatkan kemungkinan peradangan, pembengkakan, bercak merah, lecet, yang semuanya dapat muncul bersamaan dengan infeksi virus corona.

Oleh karena itu, pasien diabetes harus sangat rajin menjaga kesehatan kulit mereka dan mewaspadai tanda-tanda awal virus corona ini.

Baca juga: Ini Beda Batuk Kering dan Batuk sebagai Gejala Covid-19

2. Pneumonia atau radang paru

Pneumonia dapat menjadi faktor risiko dan ancaman serius bagi pasien Covid-19, terlebih lagi bagi orang-orang yang sedang berjuang melawan diabetes, baik tipe 1 atau tipe 2.

Dengan tingkat peradangan yang tinggi dan penanda gula darah yang tidak terkontrol, kesehatan pernapasan dapat sangat terganggu dan memberikan hasil yang merugikan.

Kadar gula darah yang tinggi juga memudahkan virus berkembang di dalam tubuh dan menyebarkan kerusakan lebih lanjut.

Keterlibatan paru-paru tingkat tinggi, seperti yang terlihat jelas selama gelombang kedua infeksi juga dapat menambah risiko.

Baca juga: 5 Mitos yang Salah soal Penyakit Diabetes, Jangan Mudah Percaya

3. Penurunan saturasi oksigen

Penurunan tingkat saturasi oksigen bisa menjadi salah satu komplikasi terbesar yang mungkin dihadapi pasien Covid-19.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pasien dengan kondisi peradangan seperti diabetes yang menekan fungsi kekebalan tubuh dapat mengalami kekurangan oksigen.

Selain itu, mereka kemungkinan besar dapat mengembangkan gejala terkait, termasuk sesak napas, nyeri dada, dan masalah di paru-paru.

Hipoksia atau kondisi di mana kadar oksigen menurun dengan cepat tanpa melihat gejala lain juga biasanya lebih sering terlihat pada pasien Covid-19 yang menderita diabetes.

Baca juga: Isolasi Mandiri, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal pada Pasien Covid-19?

4. Infeksi jamur hitam (Mucormycosis)

Ancaman mendadak yang meningkat dalam bentuk infeksi jamur hitam menambah kekhawatiran pasien Covid-19 di India.

Infeksi jamur misterius yang menyebabkan kelainan bentuk wajah yang khas seperti bengkak, sakit kepala, dan iritasi saat ini paling merepotkan bagi pasien Covid-19 yang menderita diabetes atau sedang menjalani terapi steroid.

Menurut dokter, kondisi peradangan seperti diabetes menekan fungsi sistem kekebalan dan meningkatkan risiko terkena infeksi.

Kadar gula darah yang tinggi juga membuat pengaturan yang sempurna bagi jamur untuk berkembang biak.

Baca juga: Fakta Covid-19 India, Kemungkinan Berubah Jadi Krisis Global

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.