Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/05/2021, 11:15 WIB

KOMPAS.com - Pangeran Harry mengungkapkan tiga momen dalam hidup yang membuatnya merasa benar-benar tak berdaya.

Hal itu disampaikannya ketika menceritakan soal upayanya mencari terapi untuk manajemen amarah.

The Duke of Sussex mengatakan, dulu ia biasa menahan amarah karena dirinya menjadi bagian dari keluarga kerajaan dan selalu menjadi sorotan media.

Namun, perbincangan bersama sang istri, Meghan Markle, membuat Harry sadar bahwa dirinya membutuhkan bantuan.

"Dia tahu bahwa saya terluka dan beberapa hal yang ada di luar kendali membuat saya sangat marah, membuat darah saya seolah mendidih," ungkapnya kepada Dax Shepard di podcast the Armchair Expert, seperti dilansir Mirror.

Baca juga: Alasan Tak Ada Kisah Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam The Crown

Putra bungsu Pangeran Charles dan Putri Diana itu menyebutkan tiga momen dalam hidup yang membuatnya benar-benar merasa tak berdaya sebagai anggota keluarga kerajaan dan merasa memerlukan bantuan terapi.

Pertama, momen masa kecilnya ketika ia berada di bangku belakang mobil bersama ibunya dan dikejar-kejar oleh paparazzi.

Kedua, saat berada di dalam helikopter apache ketika tugas militer di Afghanistan, dan ketiga ketika bersama istrinya.

Seperti yang kita ketahui, Harry dan Meghan telah memutuskan untuk meninggalkan kehidupan sebagai anggota senior keluarga kerajaan dan pindah ke California bersama putra mereka, Archie.

"Di usia 20-an saya merasa tidak mau pekerjaan ini, tidak mau berada di sini, tidak mau melakukan ini."

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber The Mirror
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.