Kompas.com - 17/05/2021, 17:00 WIB
Sejumlah anak membaca buku di Sekolah Laut Sakila Kerti di kawasan Pantai Batamsari Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin (26/10/2020) (Istimewa) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSejumlah anak membaca buku di Sekolah Laut Sakila Kerti di kawasan Pantai Batamsari Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin (26/10/2020) (Istimewa)

KOMPAS.com - Hari buku nasional jatuh setiap tanggal 17 Mei di Indonesia. Warganet di Twitter beramai-ramai merayakannya sehingga menjadi trending pembahasan hari ini.

Sebanyak 2.868 kicauan dilontarkan untuk memeriahkan hari yang juga menandai berdirinya Perpustakaan Nasional ini.

Sebagian besar membagikan judul buku favoritnya sekaligus mengajak pengikutnya untuk gemar membaca.

Baca juga: Ketahui Manfaat Membaca Buku bagi Balita, Salah Satunya Kurangi Stres

Kebiasaan membaca memang menjadi salah satu perilaku positif yang dianjurkan termasuk untuk anak-anak.

Lebih baik lagi, kita sebagai orangtua disarankan untuk mengajarkan anak dengan buku sedari dini. Caranya dengan meluangkan waktu untuk membacakan buku bagi anak.

Seiring bertambahnya usia, hal ini bisa dimodifikasi dengan mengatur jadwal membaca buku bersama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebiasaan ini dianggap akan bermanfaat bagi masa depan buah hati karena dapat meningkatkan wawasan.

Sayangnya, banyak orangtua yang saat ini merasa kesulitan membangun literasi anak sejak dini.

Baca juga: Membaca Buku di Luar Rumah Lebih Baik untuk Kesehatan, Kok Bisa?

Terlebih lagi dengan gempuran konten di media digital termasuk Youtube yang dirasa lebih mudah dinikmati.

Padahal ada banyak manfaat lainnya yang bisa dirasakan anak apabila orangtuanya rajin membacakan buku untuk anak.

  • Bonding

Membacakan buku sebelum tidur bisa menjadi rutinitas bonding bagi orangtua dan anak.

Setelah aktivitas seharian yang sibuk, kebiasaan ini adalah momen spesial untuk menghabiskan waktu bersama.

Penelitian tahun 2008 membuktikan, membaca buku bersama dapat meningkatkan kualitas hubungan orangtua dan anak.

  • Meningkatkan kemampuan mendengarkan

Mendengarkan cerita dibacakan dengan keras dapat membutuhkan sejumlah tingkat pemahaman untuk anak.

Hal ini sangat bergantung dengan konsentrasi dan perhatian, yang artinya kemampuan mendengarkan.

Penggunaan audio book juga memberikan nilai lebih untuk sesi membaca bersama anak karena adanya hiburan tambahan.

  • Perkembangan kognitif dan bahasa

Jangan ragu untuk membacakan buku untuk anak sedari bayi, karena ini pun berdampak baik untuk perkembangan kognitif dan bahasa.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 6 Manfaat Luar Biasa Membaca Buku di Masa Pandemi

Dalam jangka panjang, ini baik untuk anak melakukan pemecahan masalah.

Selain itu, interaksi verbal dengan membacakan buku untuk anak mampu meningkatkan bahasa dan skor IQ yang lebih tinggi hingga usia 14 tahun.

  • Menambah kosakata

Pakar dari National Center on Early Childhood Development menyatakan membacakan buku untuk anak membantu memperluas jumlah dan variasi kata yang mereka gunakan.

Ketika membaca buku, orangtua akan menggunakan nama hewan atau tumbuhan yang berbeda dan menggunakan lebih banyak kata sifat.

Daftar kata tersebut akan menjadi wawasan baru bagi anak.

Riset tahun 2019 juga membuktikan anak-anak yang secara teratur membaca selama lima tahun menjelang taman kanak-kanak akan terpapar 1,4 juta lebih banyak kata daripada anak-anak yang tidak membaca selama tahun-tahun itu.

  • Perhatian

Membacakan buku untuk anak dapat membantu mereka mengembangkan konsentrasi dan keterampilan diri.

Karena itu, mereka bisa memberikan perhatian lebih untuk penjelasan atau hal apapun di sekitarnya.

Baca juga: 10 Tips Mudah untuk Lebih Banyak Membaca Buku

Alasannya, ketika duduk diam dan mendengarkan kisah yang diceritakan, anak akan mengembangkan rentang perhatian yang lebih lama, dan bahkan melatih keterampilan retensi memori yang mulai berkembang.

  • Kreativitas

Terbiasa dengan buku berpengaruh baik pada kreativitas anak baik dengan narasi fiksi maupun non fiksi.

Hal ini baik untuk mengembangkan minat dan ide, serta untuk memelihara kesehatan emosional.

  • Pelajaran hidup

Orangtua bisa membantu mempersiapkan anak untuk menghadapi kehidupan di masa depan lewat buku.

Pasalnya, buku memberikan kesempatan untuk berbicara tentang situasi dunia nyata dengan cara yang sesuai dengan usia.

Membaca buku tentang subjek yang ditargetkan dapat membantu anak-anak untuk tidak merasa sendirian ketika mereka menghadapi sesuatu yang baru dan tidak nyaman.

Misalnya saja saat harus ke dokter gigi atau pindah sekolah.

Baca juga: 5 Cara Membuat Anak Senang Membaca Buku

  • Perkembangan sosial dan emosional

Membaca buku memberikan anak panduan untuk menjalani pengalaman yang sulit atau rentang stres.

Misalnya saja berkenalan dengan teman baru di sekolah yang menunjukkan bahwa perasaan emosional yang dirasakan amat normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.