Kompas.com - 18/05/2021, 18:58 WIB

KOMPAS.com - Entah dicampur menjadi smoothie atau mengupas dan menyantapnya sebagai camilan, pisang tetap merupakan pilihan yang murah dan praktis.

Tak hanya itu, pisang pun enak dan mampu memberikan tambahan nutrisi bagi tubuh, seperti kalium, magnesium, hingga vitamin C.

Namun, jika kita termasuk di antara banyak orang yang tidak mengonsumsi pisang karena diet rendah karbohidrat, kita mungkin mengalami beberapa perubahan kesehatan yang mengejutkan.

Baca juga: Mengapa Kucing Benci Pisang?

Di bawah ini akan diuraikan potensi efek samping saat berhenti mengonsumsi pisang.

1. Sistem kekebalan tubuh melemah

Pisang —khususnya pisang mentah, merupakan sumber pati resisten yang sangat baik.

Pati resisten memiliki efek prebiotik, artinya memberi makan bakteri sehat di saluran pencernaan.

Sehingga, jika kita menghentikan pisang dari menu diet, maka kita dapat menghilangkan bakteri usus menguntungkan.

Berdasarkan artikel penelitian tahun 2013 yang diterbitkan Frontiers in Immunology, serat prebiotik yang cukup dapat membantu memberikan dukungan pada sistem kekebalan tubuh.

Menghentikan makanan prebiotik, seperti pisang, dapat membuat kekebalan tubuh berkurang, hingga membuat kita lebih rentan terhadap penyakit.

2. Pemulihan pasca-latihan kurang efektif

Ketika kita mau meningkatkan performa latihan tanpa beralih ke protein bar  atau pun minuman olahraga lain, cobalah beralih ke pisang.

Baca juga: Menakar Manfaat Pisang dari Warna Kulitnya, Begini Caranya

Pisang berukuran sedang mengandung sekitar 517 miligram potasium, atau 11 persen dari angka kecukupan gizi, dan kekurangan kadar ini terkait dengan kasus kram otot.

Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan di PLOS One menemukan, pisang efektif dalam mengurangi peradangan pasca-olahraga.

Disebutkan, pisang mampu menghasilkan tingkat dopamin yang lebih tinggi dalam sirkulasi pada atlet pasca-latihan, daripada minuman pemulihan olahraga berbasis karbohidrat.

Artinya, kekurangan "pisang" dalam menu makanan dapat menyebabkan keausan pasca menjadi lebih lama pulih.  

3. Merasa lebih lapar

Mengonsumsi pati resisten dari tepung pisang mentah sebelum makan, menghasilkan penurunan 14 persen asupan kalori berikutnya.

Demikian kesimpulan sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Functional Foods.

Memang, perubahan kimiawi yang sama dalam tubuh lebih kecil kemungkinannya terjadi pada pisang yang matang, namun, pisang tetap dapat menurunkan berat badan.

4. Rentan flu

Jika kita kerap terserang flu, mungkin ada baiknya memasukkan pisang dalam menu makanan harian.  

Sebuah tinjauan tahun 2020 dari penelitian yang diterbitkan di PNAS menemukan, lektin pisang yang direkayasa (sejenis serat pengikat gula yang tidak dapat dicerna) memiliki khasiat antivirus terhadap beberapa jenis influenza.

Baca juga: Makan Pisang Setelah Olahraga Ternyata Punya Manfaat Besar bagi Tubuh

Meskipun pisang dapat mendukung kesehatan kekebalan, namun jelas pisang tidak bisa diandalkan sebagai "senjata" tunggal.

Meski makanan yang satu ini berguna melindungi tubuh virus seperti flu, namun yang terbaik adalah mencuci tangan dan makan makanan kaya gizi.

5. Potensi tekanan darah tinggi

Kita tentu ingin menjaga tekanan darah berada dalam kisaran yang sehat. Nah, pisang adalah menu yang kaya akan kalium.

Sebuah penelitian di tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension menemukan makanan yang kaya kalium cenderung memiliki efek penurun tekanan darah.

Efek tersebut sama dengan kalium klorida, suplemen yang sering digunakan untuk menurunkan tekanan darah. 

6. Risiko stroke

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko serius untuk stroke. Menghentikan makanan kaya kalium, seperti pisang, bisa mendatangkan dampak yang buruk. 

Baca juga: Buah Pisang Bisa Jadi Sumber Asupan Serat

Faktanya, tinjauan meta-analisis tahun 2013 yang diterbitkan di BMJ menemukan, individu yang memiliki asupan kalium lebih tinggi mengurangi risiko stroke sebanyak 24 persen.

Jadi, tentu kita tidak ingin membuang pisang dari menu harian kita, bukan?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.