Kompas.com - 18/05/2021, 21:44 WIB
Ilustrasi pemakaian kondom Pexels/Deon BlackIlustrasi pemakaian kondom

KOMPAS.com - Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi sekaligus pengaman dari risiko penularan penyakit saat melakukan hubungan intim.

Umumnya, kondom cukup efektif untuk mencegah kehamilan.

Namun, risiko kehamilan masih tetap ada meskipun hubungan intim dilakukan dengan kondom.

Menurut Planned Parenthood, jika digunakan secara tepat dan menggunakan pelumas yang benar, kondom efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen.

Namun faktanya, Planned Parenthood mengatakan efektivitas kondom hanya 85 persen jika digunakan sebagai satu-satunya kontrasepsi.

Sebab, kita bisa saja salah menggunakan kondom. Tapi, dari mana kita tahu bahwa kondom sudah digunakan secara tepat?

Melansir Healthline, berikut kesalahan pemakaian kondom yang dapat menyebabkan kehamilan, antara lain:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Ukuran

Memilih ukuran kondom yang pas adalah faktor penting. Tapi, bagaimana kita tahu ukurannya pas?

Sekalipun beberapa produsen kondom menyertakan istilah seperti "pas" atau "XXL", sulit menentukan ukuran mana yang pas dan dibutuhkan oleh kita atau pasangan.

Kebanyakan kondom eksternal ukuran standar cocok untuk sebagian besar penis.

Namun, beberapa orang pria lebih memilih ukuran kondom yang lebih ketat atau pas, sementara yang lain merasa tidak nyaman dengan ukuran yang pas.

Melakukan riset sebelum membeli, misalnya melalui situs merek kondom, bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ukuran kondom yang tepat.

Sedangkan kondom internal hanya tersedia dalam satu ukuran. Ini harus terpasang dengan aman di saluran vagina.

Baca juga: 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Hubungan Intim Pertama Kali

2. Penyimpanan

Menyimpan kondom di dompet mungkin terdengar praktis. Namun, suhu tubuh dan gesekan sebetulnya bisa merusaknya.

Menyimpannya di mobil, kamar mandi atau kantung dalam waktu lama juga tidak dianjurkan.

Lebih baik menyimpannya di tempat yang sejuk, seperti laci atau lemari.

Jika akan melakukan hubungan intim di tempat lain dan memerlukan perjalanan, simpan kondom di tas perlengkapan mandi, saku tas samping, atau dompet kosong. Intinya, di mana pun yang tidak mudah tergesek dan panas.

Agar lebih aman, hanya tempatkan kondom di dalam tas atau kantung beberapa jam sebelum digunakan.

Menyimpan kondom di saku celana tidak dianjurkan. Sebab, gesekan dan panas dapat merusak kondom.SHUTTERSTOCK Menyimpan kondom di saku celana tidak dianjurkan. Sebab, gesekan dan panas dapat merusak kondom.
3. Kedaluwarsa

Kondom juga bisa kedaluwarsa. Jika kita menggunakannya, maka kondom tersebut akan lebih mudah robek.

Setiap kemasan kondom idealnya menyertakan tanggal kedaluwarsa. Sebelum membuka kemasan, pastikan melihat dulu tanggalnya dan memastikan kondom belum kedaluwarsa.

Jika belum, maka tahap selanjutnya adalah mengamati apakah ada kerusakan atau lubang pada kemasannya.

Jika tidak ada kerusakan, bukalah kemasan dan gunakan kondom.

Namun, jika setelah digunakan ada lubang atau robekan yang kecil sekalipun, segera lepaskan dan gunakan kondom lain.

Baca juga: Jangan Keliru, Begini Cara Pilih Kontrasepsi yang Tepat

4. Penggunaan

Kondom eksternal digunakan ketika penis sudah ereksi.

Kondom harus menutup seluruh permukaan penis, dari kepala hingga pangkal, dan seharusnya tidak ada gelembung udara.

Lekukan di ujung kondom tidak boleh terisi udara, sebab ruang itu diperlikan untuk air mani.

Sementara kondom internal dapat dimasukkan ke dalam saluran vagina hingga delapan jam sebelum aktivitas seksual.

Cincin luar harus menggantung sekitar satu inci di luar lubang vagina.

Jika menggunakan kondom internal, penis bisa berada di dalam atau di dekat vagina sebelum benar-benar ereksi.

5. Cara melepas

Lepas kondom setelah ejakulasi. Jika ingin melanjutkan hubungan intim setelah pria berejakulasi, maka kondom tetap perlu dilepaskan dan menggunakan yang baru.

Hati-hati ketika melepasnya dan jaga agar tidak menumpahka. air mani. Ikat ujung kondom yang terbuka untuk mencegahnya tumpah, baru kemudian dibuang. Jangan melemparnya ke toilet.

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X