Kompas.com - 20/05/2021, 15:02 WIB
Ilustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. SHUTTERSTOCK/TRAVELPIXSIlustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.
  • Sudah ada beberapa program literasi digital yang beroperasi dalam skala besar dan telah dievaluasi dampaknya

Program literasi digital sudah mulai masih dilakukan. Hanya saja aplikasinya masih kurang merata salah satunya disebabkan kurangnya konsensus dan standar global.

Hal ini kemudian menyulitkan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk merancang dan melaksanakan inisiatif komparatif dan hemat biaya, terutama di negara berkembang.

Baca juga: Jokowi Ingin Internet Diisi Konten Mendidik dan Menyejukkan

  • Program UNICEF masih membutuhkan koordinasi banyak pihak

UNICEF menjadi salah satu pihak yang telah menyelenggarakan berbagai program literasi digital di seluruh dunia. Sayangnya, belum ada kerjasama menyeluruh antara berbagai negara tersebut.

Hasil  survei terhadap 40 inisiatif yang dilakukan oleh 37 Kantor Negara menunjukkan bahwa mereka tidak terkoordinasi dengan baik satu sama lain. Selain itu, pengetahuan tidak dihasilkan atau dibagikan secara sistematis tentang kemanjuran dan dampak.

Baca juga: Anak Muda Lebih Tertarik Berjualan Online

  • Penerapan literasi digital tidak mudah

Aplikasi literasi digital masih memiliki banyak tantangan termasuk kurangnya kapasitas guru dan pelatih, kurangnya infrastruktur teknologi, konektivitas internet rendah (terutama untuk daerah terpencil), dan kurangnya pemahaman dari pembuat keputusan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena alasan ini, dibutuhkan dukungan pengembangan kebijakan, kerangka kerja literasi digital, pedoman kurikulum dan perangkat praktis, seperti manual serta perangkat pelatihan.

Baca juga: Konten Viral Tenaga Kesehatan dan Kode Etik di Media Sosial

  • Tersedia beberapa program yang sesuai dengan arahan UNICEF

Program yang dimaksud antara lain DigComp framework dari Komisi Eropa dan Digital Kids Asia-Pacific oleh Kantor Regional Asia dan Pasifik UNESCO di Bangkok. Berbagai program tersebut dianggap dapat meningkatkan kemampuan dengan berfokus pada anak-anak.

  • Program literasi digital harus sesuai konteks

Istilah literasi digital hanya akan menjadi ide semu jika tidak disesuaikan dengan konteks yang ada. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan pelaksanaan tinjauan diagnostik awal dari konteks lokal, mengembangkan pedoman operasionalisasi dan melakukan penilaian dampak.

Baca juga: 7 Alasan Orangtua Harus Dorong Anaknya Rajin Tulis Tangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.