Kompas.com - 21/05/2021, 08:58 WIB
Cara yang tidak tepat ketika memasak sayuran dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung di dalam sayuran. FREEPIK/VALERIA_AKSAKOVACara yang tidak tepat ketika memasak sayuran dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung di dalam sayuran.

KOMPAS.com - Sayur-sayuran kaya akan nutrisi dan merupakan bagian dari pola makan seimbang.

Namun, makanan paling sehat sekalipun bisa menjadi tidak sehat atau manfaatnya hilang jika tidak diolah atau dimasak dengan tepat.

Merangkun sejumlah sumber, berikut sejumlah kesalahan memasak sayuran yang mungkin tak disadari namun masih banyak dilakukan:

1. Membumbui terlalu banyak

Bumbu atau dressing memang bisa membuat sayur-sayuran menjadi lebih nikmat.

Namun, menambah terlalu banyak bumbu atau dressing malah bisa membuat sayur yang kita makan menjadi tidak sehat.

Bumbu, misalnya, jika ditambahkan terlalu banyak bisa membuat sayuran yang kita makan menjadi tinggi sodium dan pada akhirnya menyebabkan retensi air. Begitu pula dengan dressing yang biasa digunakan pada salad.

Jadi, gunakanlah bumbu dan dressing dalam ukuran wajar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tak Perlu Beli, 6 Jenis Sayuran Ini Gampang Ditanam di Rumah

2. Tidak mencuci sayur

Banyak sayuran yang ditanam secara konvensional mengandung pestisida seperti seledri, bayam, paprika manis, tomat, dan lainnya.

Jika tidak mencuci sayur sebelum dimasak, kita berpotensi menelan residu kimiawi pada sayuran yang dapat menyebabkan sakit perut, mual, hingga diare, hingga gangguan fungsi organ.

3. Menggoreng sayur

Makanan yang digoreng memang terasa nikmat tetapi tidak sehat dan tinggi kandungan lemak.

Makanan yang digoreng berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung.

Saat ini, sudsh tersedia air fryer yang hanya memerlukan satu sendok teh minyak untuk menggoreng makanan apa pun.

Jika berniat beralih ke makanan sehat tetapi masih ingin menikmati gorengan pada saat yang sama, menggunakan air fryer bisa menjadi alternatif yang sedikit lebih sehat.

Baca juga: Menggoreng dengan Air Fryer Tak Selalu Lebih Sehat, Apa Alasannya?

4. Memasak terlalu lama

Salah satu kesalahan memasak sayuran yang umum dilakukan adalah terlalu lama mengekspos panas pada sayuran.

Terlalu lama memasak sayuran akan merusak mayoritas nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Merebusnya juga tidak disarankan. Metode ini menyebabkan mikronutrien yang larut dalam air seperti riboflavin, folat, serta vitamin B dan C larut ke dalam air, yang kemudian akan dibuang oleh oleh kebanyakan orang.

Begitu pula jika digoreng. Menggoreng sayur, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, akan membuat nutrisi di dalam sayur hilang dan menyebabkan lemak berlebih.

Jadi, lebih disarankan untuk mengukus sayuran selama lima menit di dalam panci dengan api sedang.

Jika ingin membuat masakan seperti kentang goreng, jangan gunakan deep frier dan lebih baik memanggangnya di atas nampan logam.

5. Mengupas sayur

Ini adalah hal yang cukup sering dilakukan oleh banyak orang padahal sebaiknya tidak dilakukan.

Kulit dari beberapa jenis sayur, seperti kentang, wortel, labu, hingga mentimun, mengandung banyak vitamin dan mineral yang sayang untuk dilewatkan.

Kulit sayuran juga tinggi akan serat yang baik untuk memperlancar sistem pencernaan.

6. Merebus, bukan melakukan blanching

Blanching adalah proses merebus atau mengukus sebentar sayuran hingga matang sebagian.

Langkah ini penting dilakukan sebelum membekukan sayuran untuk disimpan. Beberapa jenis sayuran yang disarankan untuk dilakukan blanching termasuk brokoli, sayuran berdaun hijau, buncis, dan asparagus.

Sebetulnya, sayuran yang dibekukan tanpa direbus dan dilakukan blanching tetap aman untuk dimakan. Tapi, sayuran tersebut akan memiliki warna, tekstur dan rasa yang tampak tidak sesuai.

Misalnya, seikat bayam mentah yang disimpan di kulkas kemudian dikeluarkan ketika hendak digunakan sering kali tampak lebih gelap daunnya dan lengket.

Contoh lainnya adalah brokoli yang kita masak dan tidak melalui blanching sebelumnya sering kali tampak layu serta tidak segar dan renyah seperti masakan brokoli di restoran.

Proses blanching akan menghentikan aktivitas enzimatik yang merusak sayuran. Enzim ini dapat bertahan pada suhu beku dan melanjutkan proses pembusukan meskipun makanan dibekukan. Mengolah makanan sebelumnya dalam air mendidih atau uap akan membunuh enzim tersebut.

Setelah dilakukan blanching, makanan bisa disimpan di kulkas kemudian dihangatkan atau dimasak sebentar sebelum disantap.

Baca juga: Bikin Sayur Segar Lebih Lama, Apa Itu Metode Blanching?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.