Kompas.com - 22/05/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi menikah. SHUTTERSTOCKIlustrasi menikah.

KOMPAS.com - Nikah muda terbukti menjadi keputusan yang disyukuri bagi banyak pasangan. Mungkin ada banyak tantangan yang harus dihadapi, namun sebanding dengan kebahagiaan yang dirasakan.

Menikah di usia muda, sebelum usia 25 tahun, memang bukan keputusan yang awam saat ini. Ada banyak yang memandangnya sebagai keputusan gegabah dan mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

Fase usia 20-an dianggap belum matang untuk menentukan keputusan sekali seumur hidup ini. Pasangan muda dikhawatirkan rentan pada konflik pernikahan dan mudah memutuskan untuk bercerai.

Baca juga: Cegah Penyesalan, Pertimbangan Dulu Ini Sebelum Menikah Muda

Karena alasan ini, seringkali pasangan muda yang berniat menikah diminta menunda sampai siap dalam berbagai aspek.

Faktanya, keharmonisan pernikahan tidak selalu dipengaruhi oleh usia. Menikah muda juga bisa mendatangkan kebahagiaan apabila kita benar-benar sudah siap dan matang.

Menikah muda juga memiliki banyak kelebihan misalnya usia reproduksi yang optimal, kesempatan mengembangkan pola pikir yang dewasa dan kemampuan berkompromi yang sehat bersama pasangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, tak ada alasan untuk menunda rencana baik ini jika kita benar-benar siap. Namun bagaimana menentukannya?

Baca juga: 5 Pertanyaan yang Perlu Kamu Tanyakan pada Diri Sebelum Menikah

  • Memahami perbedaan cinta sejati dan cinta sesaat

Penting untuk memahami lebih jauh soal perasaan yang kita rasakan terhadap pasangan. Perasaan tergila-gila seperti ketika pertama jatuh cinta tidak akan bertahan selamanya, sehingga bukan bekal yang baik untuk pernikahan.

Seiring perjalanan waktu, kita akan menyadari pasangan bukan pribadi yang sempurna. Perlu pemahaman yang hanya bisa diberikan apabila kita merasakan cinta sejati terhadap pasangan.

Baca juga: Mengapa Sulit Dapat Pasangan Serius Lewat Kencan Online?

  • Siap melepaskan masa lajang

Pernikahan berarti mengatakan selamat tinggal kepada kehidupan lajang termasuk kemungkinan melirik pria atau wanita lain. Kita perlu memahami benar arti komitmen pada satu orang seumur hidup ketika menikah.

Ketika menikah muda, artinya kita meninggalkan tahap kehidupan ini lebih cepat dibandinga teman sebaya. Pastikan untuk tidak menyesali apapun karena menyesal menikah terlalu cepat.

Baca juga: 7 Tips dalam Memilih Cincin Pertunangan

Ilustrasi jatuh cintashutterstock Ilustrasi jatuh cinta

  • Menikah bukan karena ingin merasa aman, sukses, berhasil dan bebas

Jangan menikah muda jika alasannya untuk bebas dari aturan orangtua, mendapatan jaminan finansial dan alasan klise lainnya. Pernikahan bukan jawaban dan jalan keluar dari masalah yang sedang kita hadapi saat ini.

Bukan tugas pasangan untuk memenuhi, melengkapi, menyelamatkan, dan membuat kita merasa hidup.

Menikah, dalam usia berapapun, adalah komitmen terbesar dalam hidup yang harus dijalani dengan penuh kesadaran. 

Hubungan suami istri yang harmonis membutuhan dua orang yang sehat dan utuh. Penyatuan tersebut dimaksudkan untuk belajar dan menumbuhkan kapasitas mereka untuk memberi dan menerima cinta.

Karena itu, kita harus merasa sama aman, berhasil, sukses dan bebas, baik sebelum atau sesudah pernikahan. Kita harus merasa puas dan lengkap dengan tanpa pasangan.

Baca juga: Tips Pernikahan Bahagia ala Sejumlah Selebritas

  • Memiliki cara sehat menangani konflik

Sebelum memutuskan menikah dalam usia muda, pastikan kita dapat membicarakan topik yang sulit dengan pasangan. Hal ini memudahkan kita menangani kondflik pernikahan di masa depan.

Bertengkar, sesekali, adalah hal yang normal, namun kita harus tahu cara menghormati satu sama lain untuk mencapai kompromi yang sehat.

Kurangnya komunikasi dapat mengikis hubungan dari waktu ke waktu, tidak peduli seberapa cinta yang dirasakan di awal pernikahan.

Baca juga: 5 Kata yang Bikin Komunikasi dengan Pasangan Memburuk

  • Selaras dalam nilai dasar kehidupan

Persamaan pandangan soal agama, memiliki anak, perencanaan keuangan dan menghabiskan waktu bersama keluarga adalah hal utama sebelum nikah muda.

Cari tahu pula bagaimana kita dan pasangan akan menangani masalah tentang hal tersebut di masa depan. Jika sudah selaras, kita boleh yakin siap menikah masih berusia relatif muda.

Baca juga: 5 Alasan Pasangan Tetap Bercerai Walau Sudah Menikah Puluhan Tahun

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.