Kompas.com - 22/05/2021, 11:00 WIB
Lady Gaga IndependentLady Gaga

KOMPAS.com - Lady Gaga mengaku menjadi korban perkosaan di usia 19 tahun oleh salah satu produser musik. Ia kemudian hamil dan menderita gangguan psikotik akut akibat trauma kejadian itu.

Pengalaman buruk itu dirasakannya saat baru mengawali karier di dunia musik.

"Saya masih berusia 19 tahun ketika seorang produser mengatakan kepada saya, 'Lepaskan bajumu' ujarnya sembari bercucuran air mata dalam tayangan serial dokumenter berjudul The Me You Can’t See.

Ia mengaku menolak permintaan dan berniat segera meninggalkan lokasi tersebut namun berbuah ancaman pelaku untuk membakar seluruh rekaman musik buah kerja kerasnya.

Baca juga: Cantiknya Lady Gaga dengan Warna Rambut Gelap

Intimidasi itu sukses menahannya sehingga menjadi korban kekerasan seksual tersebut.

"Mereka tidak berhenti. Mereka tidak berhenti bertanya kepada saya, dan saya hanya membeku dan saya, saya bahkan tidak ingat," jelasnya dalam serial yang diproduksi oleh Oprah Winfrey dan Pangeran Harry itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, ia enggan mengungkap nama pelakunya dengan alasan tak ingin lagi berurusan dengan orang tersebut.

Pasca kejadian itu, ia sering merasakan sakit yang luar biasa dalam jangka waktu lama sampai mati rasa. Gejalanya termasuk muntah dan terus-menerus merasa tidak sehat.

Baca juga: Lady Gaga Bergabung dengan Oprah Kampanyekan Kesehatan Mental

Ia kerap menjalani pemeriksaan termasuk MRI dan scan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuhnya. Namun tidak ditemukan penyakit fisik apapun di tubuhnya meski terus merasa sakit.

Belakangan ia menyadari itu adalah kesakitan psikis akibat tindak perkosaan yang telah dialaminya. Rasa sakit yang dirasakannya, diingatnya, sama seperti ketika diperkosa dan hamil setelahnya.

Pengalaman gelap itu membawanya menjalani perawatan dengan psikiater karena kondisi mentalnya terganggu. Ia diharuskan mengonsumsi obat-obatan secara rutin untuk mengobati gangguan psikotik akut yang dialaminya.

Tahun 2019 dinilainya sebagai fase tergelap untuk depresi yang dialaminya, termasuk ketika sukses meraih Oscar atas aktingnya di film A Star Is Born.

 Baca juga: Sinopsis Film A Star is Born, Kisah Asmara Bradley Cooper dan Lady Gaga sebagai Pasangan Musisi

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.