Kompas.com - 24/05/2021, 11:42 WIB
Ilustrasi seorang ibu sedang menyusui bayinya. Summer PhotographerIlustrasi seorang ibu sedang menyusui bayinya.

KOMPAS.com - Bagi banyak ibu, menyusui adalah hal utama yang harus dilakukan selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Meskipun nanti ada masanya menyapih, di mana ibu mulai menghentikan air susu ibu (ASI), namun kelanjutan pemberian susu terus menjadi bagian penting di samping makanan pendamping ASI (MPASI).

Pada saat bayi berusia 6-12 bulan, sebagian besar bahan bakar dan nutrisinya masih berasal dari ASI.

Baca juga: Chelsea Olivia Ungkap Beratnya Menyapih Buah Hati agar Tidur Sendiri

Tetapi, ibu disarankan untuk menawarkan sedikit makanan pada bayi yang perlahan sedang disapih dan cobalah untuk mengatur waktu ini sebelum bayi benar-benar lapar.

Sementara itu, pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi harus terus diberi ASI sampai usia dua tahun.

Kendati demikian, jika menyusui hingga dua tahun tidak memungkinkan, ibu bisa beralih ke susu sapi sebagai minuman saat bayinya mencapai usia satu tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

National Health Service (NHS) merekomendasikan ibu mulai memberikan susu sapi berlemak penuh setidaknya 350ml dalam sehari, atau dua porsi makanan yang terbuat dari susu seperti keju dan yogurt.

Di usia dua tahun, jika anak bertumbuh dengan baik, ibu dapat beralih dari susu murni ke susu semi skim sebanyak 350-400ml atau tiga porsi susu per hari.

Baca juga: Agar Proses Menyapih Anak Berjalan Mulus

Alergi terhadap susu sapi

Beberapa anak mungkin memiliki alergi protein susu sapi (CMPA) dan ibu akan mengetahuinya saat paparan pertama anak terhadap susu sapi terjadi ketika mulai menyapih.

Tanda-tandanya bisa berupa ruam, muntah, sembelit, diare, dan gejala demam. Namun, CMPA adalah alergi yang relatif umum terjadi pada kebanyakan anak kecil saat sedang bertumbuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.