Kompas.com - 26/05/2021, 12:03 WIB

Retinitis pigmentosa memengaruhi lebih dari dua juta orang di seluruh dunia.

Kendati kondisi tersebut jarang mengakibatkan kebutaan total, namun pria ini ternyata tidak bisa melihat lagi, selama dua dekade terakhir.

Dia dirawat dengan optogenetika -bidang baru dalam pengobatan yang sudah lama menjadi hal utama di ilmu saraf dasar.

Optogenetika menggunakan cahaya untuk mengontrol aktivitas sel-sel otak.

Metode ini digunakan oleh para ilmuwan untuk mengembalikan kemampuan salah satu mata pria itu agar mampu mendeteksi cahaya.

Teknik optogenetika didasarkan pada protein dalam gangang yang disebut channelrhodopsin. Mikroba menggunakan protein untuk bergerak menuju cahaya.

Langkah pertama dalam pengobatan adalah terapi gen.

Instruksi genetik untuk membuat rhodopsin diambil dari ganggang dan diberikan ke dalam sel-sel di lapisan dalam retina di belakang mata pria itu.

Baca juga: Keluar Air Mata Darah Saat Haid, Apa Penyebabnya?

Ketika terkena cahaya, rhodopsin akan mengirimkan sinyal listrik ke otak. Namun, rhodopsin hanya akan merespons cahaya kuning.

Pasien memakai sepasang kacamata dengan kamera video di depan dan proyektor di belakang untuk menangkap apa yang terjadi.

Halaman:
Sumber BBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.