Kompas.com - 27/05/2021, 20:00 WIB
. Thinkstockphotos.

Metode pemeriksaan sendiri ini bisa dilakukan dengan prinsip "ABCDE" yang bisa diuraikan menjadi:

  • A-symmetry

Tahi lalat yang secara kasat mata bentuknya tidak simetris harus diwaspadai. Maksudnya bentuk separuh dari tanda kulit tersebut berbeda dengan sisi lainnya.

Contohnya bentuk yang tidak beraturan atau tidak bulat sempurna.

  • B-order

Tahi lalat yang tidak berbahaya seharusnya memiliki garis tepi yang rata dan tampak jelas.

Sebaliknya, andeng-andeng dengan sisi tepi yang tidak tegas, tidak rapi, bergerigi, dan tidak jelas batasannya harus diwaspadai.

  • C-olor

Tahi lalat memiliki banyak warna yang berbeda pada setiap orang namun tidak boleh muncul bersamaan.

Tanda yang kita miliki hanya boleh memiliki satu warna saja baik hitam atau kecoklatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Ciri-ciri Tahi Lalat yang Berbahaya

Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila warna tanda kulit ini tidak merata, kecoklatan, merah atau bahkan kebiruan.

  • D-iameter

Cek secara detail ukuran tahi lalat di tubuh kita, batasanya ukurannya adalah kurang dari 1/4 inchi atau 6 milimeter.

Sebagai perkiraan ini, ukuran ini kurang lebih sebesar biji jagung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.