Kompas.com - 28/05/2021, 07:11 WIB
Bayi baru lahir usia 0-3 bulan, durasi tidur yang diperlukan adalah 14-17 jam per hari. Sementara itu, bayi usia 4-12 bulan durasi tidur yang ideal 12-16 jam. Adapun batita usia 1-2 tahun memiliki durasi tidur 11-14 jam, sedangkan usia 3-5 tahun durasi tidur yang dibutuhkan yakni 10-13 jam.
Dok. Shutterstock/fizkesBayi baru lahir usia 0-3 bulan, durasi tidur yang diperlukan adalah 14-17 jam per hari. Sementara itu, bayi usia 4-12 bulan durasi tidur yang ideal 12-16 jam. Adapun batita usia 1-2 tahun memiliki durasi tidur 11-14 jam, sedangkan usia 3-5 tahun durasi tidur yang dibutuhkan yakni 10-13 jam.

KOMPAS.com - Tidur merupakan salah satu kebutuhan vital manusia, tak terkecuali bagi anak. Sama pentingnya dengan makan, bagi bayi ataupun anak-anak, tidur bermanfaat untuk memperbarui energi sekaligus menjaga emosi tetap stabil.

Pasalnya, ketika proses tidur berlangsung, otak akan menyaring, menyimpan informasi, bahkan memperbaharui unsur kimia dalam tubuh.

Ketika anak memiliki jadwal dan kualitas tidur yang baik, tumbuh kembangnya di masa depan jadi lebih optimal.

Melansir sciencedaily.com, Senin (3/12/2018), Profesor University of Brithis Columbia Wendy Hall mengatakan, anak-anak yang memiliki jadwal tidur tidak teratur berpotensi mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding yang memiliki jadwal tidur yang konsisten.

Baca juga: Anak Belum Bisa Bicara hingga Usia 2 Tahun? Coba Lakukan Cara Ini

"Saat bayi di bawah usia tiga tahun (batita) tidur, terjadi proses regenerasi sel-sel tubuh. Tumbuh kembang otak anak pun berlangsung pada puncaknya saat anak sedang tidur," ujar Hall.

Untuk diketahui, selama tidur, semua sel tubuh, termasuk sel otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak mengalami pemulihan. Alhasil, tubuh dan fungsi organ pada anak berkembang optimal serta mendongkrak produksi hormon-hormon pertumbuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, tidur yang cukup dinilai penting karena mampu meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak dan melancarkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak.

Tahapan tidur anak

Untuk mendapat tidur berkualitas, bayi atau batita harus melewati dua tahapan tidur, yaitu tidur dalam atau fase tidur Non-Rapid Eye Movement (Non-REM) dan tidur aktif atau yang biasa disebut tidur REM.

Baca Juga: Berbagai Indikator Pertumbuhan Anak pada Usia 1–2 Tahun

Pada tahapan tidur dalam (Non-REM), aktivitas otak regular masih terus berjalan. Pada umumnya, di fase ini pola pernapasan dan denyut jantung bayi teratur tanpa disertai mimpi.

Fase Non-REM berperan penting dalam perbaikan sel-sel tubuh dan produksi hormon pertumbuhan yang maksimal sekitar 75 persen sehingga memengaruhi pertumbuhan batita.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.