KOMPAS.com - Memiliki umur yang panjang dalam keadaan sehat adalah hal yang diidamkan semua orang.
Narasi harapan manusia untuk memiliki umur yang panjang bahkan abadi, bisa pula kita dengar dari lagu "I'm Gonna Live Forever", lagu yang cukup lawas yang dibawakan oleh Irene Cara.
Di Silicon Valley, keabadian terkadang dinaikkan statusnya menjadi tujuan jasmani.
Bahkan, banyak nama besar di bidang teknologi telah menanamkan dana ke dalam usaha untuk mencegah penuaan ini.
Baca juga: Cara Makan Orang-orang yang Panjang Umur agar Tetap Sehat di Hari Tua
Namun, tetap saja, faktanya kematian dan penuaan memang tidak bisa kita hindari.
Kendati begitu, para ilmuwan terus mencari tahu berapa lama manusia akan hidup, dengan kombinasi pengaruh genetika, dan kita tidak meninggal karena kanker, penyakit jantung atau kecelakaan lalu lintas.
Namun, hasil penelitian menyebutkan, jika kita mengabaikan hal-hal yang bisa membunuh kita, kapasitas tubuh untuk memulihkan keseimbangan ke sistem struktural dan metabolisme tetap akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu.
Tetapi, jika kita berhasil menjalani kehidupan dengan sedikit tekanan, penurunan bertahap ini menetapkan rentang hidup maksimum bagi manusia antara 120 dan 150 tahun.
Baca juga: Ingin Panjang Umur? Coba Contek 6 Kebiasaan Sehat ala Jepang
Jika kita terbebas dari ancaman mendasar yang menyebabkan kematian, maka kehilangan ketahanan yang akan menjadi penyebab kematian.
"Berapa umur terpanjang yang dapat dijalani oleh sistem kompleks manusia jika segala sesuatu berjalan dengan baik, dan dalam lingkungan bebas stres?"
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.