Kompas.com - 28/05/2021, 18:54 WIB

Co-Founder dan CEO Aria, Nathan Roestandy mengatakan, alat pemantau kualitas udara dalam ruangan ini juga bisa mengidentifikasi apakah kondisi dalam ruangan kita meningkatkan kelangsungan hidup dan penyebaran virus.

“Keadaan kualitas udara dalam ruangan berpengaruh kepada resiko penularan virus,” katanya.

Nathan mengungkapkan bahwa suhu udara yang dingin juga mampu memperpanjang kelangsungan hidup virus dan kelembaban yang terlalu kering bisa membuat droplet menjadi lebih ringan dan mengapung di udara lebih lama.

Baca juga: Aplikasi Nafas Ukur Kualitas Udara Jabodetabek Real-Time

Menurutnya dengan menggunakan Airtest udara mampu dinetralisir di kondisi yang baik untuk tubuh manusia.

“Dengan inovasi Aria AirTest ini, masyarakat yang memiliki perangkat bisa secara real-time memantau kondisi suhu udara, kelembaban dan PM2.5 (particulate matter) mereka,” katanya.

Nathan melanjutkan, device ini terintegrasi dengan aplikasi Nafas, sehingga semua data langsung kelihatan dan dapat rekomendasi untuk memperbaiki kondisi udara sewaktu tidak optimal.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.