Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali, 5 Kebiasaan Paling Toksik Saat Bekerja dari Rumah

Kompas.com - 31/05/2021, 08:00 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sudah lebih dari setahun sejak terjadi bencana pandemi Covid-19, dan membuat aktivitas bekerja dari rumah atau work from home menjadi bagian dari hidup keseharian.

Ternyata, bekerja dari rumah juga dapat mengakibatkan banyak kebiasaan buruk, karena kita telah mengurangi batas antara kehidupan pribadi dan profesional.

Sehingga, kita mungkin akan duduk di depan laptop atau komputer jauh melewati jam kantor yang normal.

Baca juga: Agar Nyaman Selama WFH, Perhatikan Kesehatan Mata

Selain itu, banyak dari kita juga mengembangkan beberapa kebiasaan yang toksik saat bekerja dari rumah.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah lima kebiasaan paling toksik saat kita bekerja dari rumah, yang patut kita kenali. 

1. Bangun untuk bekerja

Saat bekerja dari rumah, banyak dari kita yang terbiasa bangun beberapa menit sebelum bekerja.

Hal ini membuat kita sama sekali tidak mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri secara mental untuk bekerja di hari itu.

Bangun untuk langsung bekerja juga dapat memengaruhi kualitas pekerjaan.

Oleh karena itu, kita harus menyisihkan waktu antara bangun dan bekerja guna menenangkan indra kita.

2. Tidak banyak bergerak

Segala bentuk aktivitas fisik penting untuk menjaga kebugaran.

Namun, bekerja dari rumah telah membatasi kita untuk berolaraga dan bergerak. Sebab, sebagian besar hari kita habiskan bekerja di tempat duduk.

Meskipun hal ini mungkin tidak berdampak langsung, dalam jangka panjang bisa memiliki beberapa konsekuensi terkait kesehatan yang parah.

3. Mengabaikan anak-anak dan anggota keluarga

Meski berada dalam satu rumah, kita pasti akan mengabaikan anak-anak atau anggota keluarga yang lain jika kita sedang sibuk bekerja.

Baca juga: Tak Betah WFH, Wanita Ini Pilih Kerja di Mobil

Maka, tidak heran apabila mereka mengganggu kita saat bekerja di rumah karena merasa kesepian.

Jadi, sembari bekerja, cobalah untuk memeriksa dan memerhatikan anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com