Kompas.com - 01/06/2021, 19:10 WIB
Ilustrasi makanan manis. SHUTTERSTOCK/PRESSMASTERPIlustrasi makanan manis.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Dessert atau makanan penutup umumnya menggiurkan. Rasanya yang cenderung manis dan tampilannya yang menggugah selera, membuat kita sulit untuk menolaknya.

Namun, Kate Patton, MEd, RD, CSSD, LD, ahli diet terdaftar yang berspesialisasi dalam nutrisi kardiologi mengatakan bahwa kelebihan gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan banyak gula tambahan beresiko lebih besar meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang pola makannya tidak didominasi makanan manis.

“Makanan tinggi gula dapat menyebabkan obesitas. Dan obesitas meningkatkan resiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Ini semuanya dapat meningkatkan resiko penyakit jantung,” jelas Patton.

Jika kita terlalu banyak konsumsi makanan manis dan olahan, kemungkinan besar kita pun kekurangan makanan sehat untuk jantung seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.

Baca juga: Pahitnya Efek Gula bagi Organ Jantung

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi gula memengaruhi jantung dalam beberapa cara:

  • Trigliserida: Saat kita makan berlebihan, tubuh akan menyimpan kalori ekstra sebagai jenis lemak yang disebut trigliserida. Makanan manis dapat meningkatkan trigliserida dalam tubuh. Dan memiliki kadar trigliserida yang tinggi meningkatkan resiko penyakit jantung.
  • Kolesterol LDL: Penambahan berat badan yang terkait dengan makanan tinggi gula dapat menyebabkan kadar kolesterol LDL yang lebih tinggi. LDL biasa disebut “kolesterol jahat”, penyebab plak penyumbatan arteri yang dapat merusak pembuluh darah dan jantung.
  • Tekanan darah: Obesitas yang terkait dengan makanan sarat gula dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
  • Peradangan: Gula dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Makanan kaya gula dapat menyebabkan peradangan kronis, yang dapat membuat jantung dan pembuluh darah kita stres dan meningkatkan resiko penyakit jantung.

Baca juga: Makanan Manis dan Dampaknya pada Kesehatan Jantung

Berapa banyak konsumsi gula yang baik untuk kesehatan?

Tidak semua gula sama. Gula alami, yang ditemukan dalam makanan seperti susu dan buah, dapat menjadi bagian dari makanan sehat. Yang menjadi permasalahan dan perlu diperhatikan adalah gula tambahan.

Gula tambahan juga merupakan bahan umum dalam makanan olahan. Kita bisa menemukannya dalam suguhan manis seperti soda, yogurt manis, kue, dan es krim.

“Makanan seperti roti dapat memiliki banyak tambahan gula, meskipun kita mungkin tidak merasakannya,” kata Patton.

Ini juga yang menjadi faktor yang membuat beberapa dari kita tidak menyadari bahwa beberapa makanan yang kita konsumsi ternyata mengandung gula berlebih.

The American Heart Association merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari:

100 kalori (sekitar 6 sendok teh) gula tambahan per hari untuk wanita.
150 kalori (sekitar 9 sendok teh) per hari untuk pria.

Baca juga: 6 Cara Mudah Mengurangi Konsumsi Gula



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X