Kompas.com - 03/06/2021, 20:01 WIB
Ilustrasi olahraga AmazfitIlustrasi olahraga

"Komplikasi itu bisa bentuknya stroke hingga serangan jantung," cetus Badai.

Gaya hidup tidak sehat meningkatkan risiko hipertensi

Faktor risiko hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi atau tidak bisa diubah, dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi.

Baca juga: 10 Perubahan Gaya Hidup untuk Menurunkan Tekanan Darah

"Umur, jenis kelamin, dan riwayat keluarga adalah faktor risiko hipertensi yang tidak dapat diubah atau dimodifikasi," tutur dia.

Sementara itu, faktor risiko hipertensi yang bisa dimodifikasi meliputi pola makan dan gaya hidup kita.

Pola makan yang disarankan untuk mencegah hipertensi diantaranya adalah membatasi  konsumsi garam dan memperbanyak buah dan sayuran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Buah dan sayuran mengandung kalium, kalsium dan magnesium, yang bisa mencegah hipertensi. 

Tak kalah penting, aktivitas fisik juga harus dilakukan secara teratur.

"Cobalah berjalan kaki sejauh 3 kilometer, atau berolahraga selama 30 menit, lima hari dalam seminggu."

Baca juga: Mengapa Hipertensi Bisa Sebabkan Stroke dan Penyakit Jantung

Mendeteksi penyakit hipertensi sejak dini

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.