Kompas.com - 05/06/2021, 10:37 WIB
Ilustrasi nyeri leher saat menggunakan ponsel shutterstockIlustrasi nyeri leher saat menggunakan ponsel
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Saat ini kebanyakan orang tidak bisa lepas dari ponselnya. Mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga akan tidur lagi, kita tidak terpisahkan dengan benda yang satu itu.

Namun, penggunaan ponsel yang terlalu sering bisa menimbulkan masalah cedera ketegangan yang berulang dan menjadi suatu hal yang umum terjadi.

Ketegangan ini biasanya terkait dengan nyeri otot yang mengganggu di leher dan bahu, bahkan terkadang di punggung bawah. Nyeri ini pun juga dialami oleh remaja dan anak kecil.

"Biasanya, kejadian nyeri leher meningkat seiring bertambahnya usia," kata Robert Bolash, MD, spesialis manajemen nyeri.

"Tapi, akhir-akhir ini kami melihat dan merawat lebih banyak pasien yang lebih muda,  yang tidak pernah mengeluhkan sakit leher sebelumnya."

Nyeri yang dirasakan ini biasanya dipengaruhi dari cara kita menatap layar smartphone.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Melihat ke bawah dan menundukkan kepala ke depan mengubah kelengkungan alami leher,” kata dr. Bolash.

“Seiring waktu, ketidaksejajaran itu dapat membuat otot tegang dan menyebabkan keausan pada struktur leher.”

Tiga hal yang bisa terjadi ketika kita menundukkan kepala:

  • Leher menjadi maju.
  • Bahu membulat ke depan atau terangkat ke arah telinga.
  • Otot leher dan bahu tegang (berkontraksi).

"Otot leher, dalam posisi yang tepat, dirancang untuk menopang berat kepala kita, yaitu sekitar 5 hingga 6 kg," ujar dr. Bolash.

Untuk setiap inci kita menundukkan kepala ke depan, berarti kita menggandakan beban pada otot-otot tersebut.

Melihat ke layar smartphone dengan dagu menempel di dada dapat memberikan berat sekitar 30 kg pada leher kita.

Selain nyeri otot, kebiasaan menunduk menatap layar smartphone bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Apalagi, duduk dalam posisi merosot bisa membatasi kemampuan paru-paru kita untuk berkembang, serta merusak kapasitas paru-paru.

Posisi itu membuat kita menghirup lebih sedikit oksigen, dan ini membuat jantung perlu memompa lebih keras untuk mendistribusikan lebih banyak darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Cara mengatasi sakit leher akibat smartphone

Jika kita mengalami sakit leher, pertama-tama kita bisa meredakannya dengan menggunakan es atau kompres dengan air hangat.

Lalu, lakukan latihan peregangan atau minum obat yang bisa kita dapatkan dari berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Meskipun hampir tidak mungkin untuk sepenuhnya membatasi penggunaan smartphone, kita perlu ingat bahwa kita butuh untuk beristirahat, dengan mengurangi waktu penggunaannya.

Baca juga: Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.