Kompas.com - 05/06/2021, 20:13 WIB
Ilustrasi bernafas shutterstockIlustrasi bernafas
|
Editor Wisnubrata
  • Kerusakan gigi

"Bernapas lewat mulut cenderung menumpuk lebih banyak plak pada gigi dan meningkatkan kadar Streptococcus mutans, bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi," ujar Harris.

Kerusakan gigi dapat menyebabkan gigi sakit dan sensitif, gigi berlubang, gigi retak dan patah, infeksi, dan abses.

  • Gigi sensitif

Air liur melindungi gigi dengan membersihkan bakteri.

Apabila mulut kita mengalami kekeringan, bakteri tersebut dapat menumpuk di sekitar garis gusi, menyebabkan gusi berlubang dan mengekspos akar gigi.

Akar gigi yang terbuka menyebabkan gigi menjadi sensitif.

  • Rasa sakit pada bagian mulut

Air liur menjaga bagian dalam mulut senantiasa lembap. Ketika jaringan mulut mengering, maka kita akan merasakan sakit pada bagian mulut.

Mulut kering meningkatkan risiko gingivitis (jaringan gusi yang meradang) dan sariawan. Harris mengatakan, gingivitis dan sariawan bisa sangat menyakitkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Infeksi pada gusi

Gusi yang tidak dirawat serta kerusakan gigi dapat berkembang menjadi penyakit periodontal, yaitu infeksi pada jaringan gusi.

Akibatnya, jaringan gusi membengkak, terasa nyeri, berwarna kemerahan, dan gusi berdarah.

Infeksi gusi yang sangat serius membutuhkan penanganan khusus atau operasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.