Kompas.com - 06/06/2021, 15:41 WIB
Ilustrasi secangkir kopi. Kopi mengandung kafein yang membuat kita terjaga. FREEPIKIlustrasi secangkir kopi. Kopi mengandung kafein yang membuat kita terjaga.

Menurut Wolkin, penelitian menunjukkan, kafein dapat memperburuk dan mempertahankan gangguan kecemasan.

Bahkan, dampak kopi bisa begitu memainkan peran yang jelas dalam memperburuk kecemasan seseorang.

Mengonsumsi kafein juga bisa menjadi lingkaran setan bagi orang-orang yang memiliki kecemasan mendasar.

"Misalnya, seseorang dengan kecemasan mungkin akan kelelahan karena sulit tidur, jadi dia beralih ke kopi untuk menyegarkan diri sepanjang hari," kata psikolog dan ilmuwan klinis di Massachusetts, Jenicka Engler, PsyD.

"Tetapi, sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi kafein membuatnya merasa lebih cemas dan mencegah jatuhnya tertidur di malam hari."

"Kemudian siklus itu berulang," sambung dia.

Mengonsumsi kafein yang ideal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kafein memengaruhi kita semua secara berbeda karena berbagai alasan, termasuk berat badan, jenis kelamin, toleransi, dan sebagainya.

Namun secara umum, spesialis penyakit dalam di The University of Toledo Medical Center, Rashmi Goyal, MD menjelaskan, sekitar dua cangkir kopi — yang mengandung 200 miligram kafein — tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi kebanyakan orang.

"Lebih dari 400 miligram kafein atau sekitar empat cangkir kopi dapat menimbulkan gejala kecemasan," kata dia.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X