Kompas.com - 07/06/2021, 16:37 WIB
Ilustrasi makanan manis dan buah-buahan ShutterstockIlustrasi makanan manis dan buah-buahan

KOMPAS.com - Makan menjadi pilihan banyak orang untuk menghilangkan stres. Sayangnya, pola makan berlebih bisa memicu kenaikan berat badan yang menjadi sumber beban pikiran tambahan.

Aktivitas dan tuntutan kehidupan membuat semua orang rentan terhadap stres. Pusing menghadapi anak, konflik dengan pasangan, dan beban kerja berlebih kerapkali memicu kondisi ini.

Terlebih lagi kita masih berkutat di masa pandemi yang menuntut banyak penyesuaian sekaligus menambah kecemasan.

Penelitian American Psychological Association menyebutkan, sebanyak 78% orang Amerika merasa pandemi adalah sumber stres yang signifikan dalam hidup mereka.

Sedangkan dua pertiga lainnya  atau sebanyak 67% mengatakan bahwa tingkat stres mereka secara umum meningkat.

Karena keterbatasan ruang gerak, makan menjadi cara menyalurkan emosi favorit bagi sebagian orang selama pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun keputusan impulsif untuk makan sering berakhir menjadi penyesalan karena dampaknya pada tubuh yang membuat kita jadi kegemukan.

Baca juga: 6 Ragam Kandungan Makanan Pengusir Stres, Sudah Tahu?

Untuk mengantisipasinya, Dr. Howard Maziar, seorang psikiater bersertifikat di Atlanta, Georgia menganjurkan praktik makan bersih alias clean eating untuk meredakan stres. "Fokus pada makanan utuh dan bernutrisi," terangnya.

Kita harus menyisihkan keinginan untuk makan makanan yang tinggi gula dan sarat lemak, dan menggantinya dengan makanan padat nutrisi, kaya serat, yang menopang energi dan membantu kita melawan stres.

Ada vitamin dan nutrisi utama yang harus disertakan setiap hari saat makan untuk mengurangi stres. Kandungan tersebut termasuk vitamin B dan C, asam lemak omega-3, magnesium, dan selenium.

Baca juga: 10 Makanan Sehat Penghilang Stres

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X