Kompas.com - 07/06/2021, 16:57 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Menjaga keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan profesional sangatlah penting guna menghindari masalah di antara keduanya.

Meski demikian, karena dunia berkembang dengan cepat, menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional seseorang pun kini menjadi semakin sulit.

Padatnya jadwal untuk bekerja membuat kita semakin sibuk, dan berimbas pada rusaknya kehidupan pribadi, terutama dalam hubungan percintaan.

Nah, jika kita tidak ingin mengalami situasi itu, ketahui tujuh tanda yang mengindikasikan bahwa pekerjaan kita telah merusak hubungan percintaan, seperti berikut ini.

1. Menghindari kenyataan dan masalah

Setiap pasangan pasti pernah saling mengabaikan jika terjadi suatu masalah di dalam hubungan.

Namun, salah satu tanda yang mengindikasikan bahwa pekerjaan telah mengambil alih kehidupan percintaan kita adalah kita juga cenderung menghindari masalah dengan pasangan dan tidak  berniat untuk mengatasinya.

Ketika hal ini terjadi, jelas kita sedang tidak jujur tentang keadaan hubungan percintaan dan lebih ingin menghindar dari kenyataan.

Baca juga: Menyeimbangkan antara Pekerjaan dan Keluarga di Rumah

2. Menempatkan pekerjaan sebagai prioritas

Apabila kita mendapati diri lebih memilih pekerjaan di waktu luang daripada berkegiatan bersama dengan pasangan, mungkin itu tanda pekerjaan telah menghancurkan hubungan kita.

Hal ini juga terkadang dapat memberikan tekanan yang tidak semestinya pada hubungan yang akan memengaruhi pasangan secara negatif.

3. Pasangan sangat menginginkan perubahan

Ketika pasangan memberi kita ultimatum atau secara aktif mengungkapkan kekhawatirannya, itu adalah indikator yang jelas bahwa dia membutuhkan lebih banyak waktu dengan kita.

Dalam kebanyakan kasus, orang tidak akan mengancam untuk mengakhiri suatu hubungan sampai mencapai titik putus asa dan tidak dapat menanganinya lagi.

Baca juga: 6 Tanda Kita Mengalami Stres Pekerjaan

4. Tidak punya bahan pembicaraan selain pekerjaan

Jika kita benar-benar tidak memiliki apa pun untuk dibicarakan dengan pasangan selain pekerjaan, maka ini pertanda buruk.

Ini adalah tanda bahwa kita kesulitan memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kita juga mungkin akan lebih banyak berdiskusi tentang kolega atau proyek kantor tanpa menyadarinya dan kurang membicarakan terkait perkembangan hubungan.

5. Lebih banyak berdebat dengan pasangan

Jika kita sering membawa stres dari kantor saat bertemu dengan pasangan, maka kita akan lebih mudah marah dan akhirnya melampiaskannya pada pasangan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk menemukan cara mendetoksifikasi stres, sehingga kita tidak mengorbankan hubungan percintaan dalam prosesnya.

Baca juga: 7 Alasan Pekerjaan Kamu Bikin Penuaan Dini

6. Pekerjaan memengaruhi energi dan sikap kita

Setelah hari yang sangat sibuk di tempat kerja, kemungkinan kita akan memiliki sedikit energi yang tersisa.

Ketika kita bekerja di lingkungan negatif, di mana atasan tidak memperlakukan kita dengan baik dan rekan kerja toksik, maka kita juga akan kehabisan tenaga dan cenderung bersikap negatif.

Seiring berjalannya waktu, hal tersebut akan menjadi bagian dari perilaku rutin kita dan bisa berdampak buruk, terutama bagi pasangan.

7. Tidak ingin bersosialisasi

Kalau kita mulai merasa bahwa pikiran kita berada di tempat yang jauh dan merasa tidak ingin bersosialisasi, itu sama sekali bukan pertanda baik.

Apabila kita disibukkan dengan pekerjaan setelah tiba di rumah atau bahkan di akhir pekan, kita mungkin akan kehilangan aktivitas sosial yang normal dengan pasangan.

Baca juga: Bagaimana Memisahkan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan di Rumah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
TANYA PAKAR - PARENTING
Ini 7 Tanda Pasangan Sudah Siap Menikah
Ini 7 Tanda Pasangan Sudah Siap...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.