Kompas.com - 09/06/2021, 12:09 WIB
. Shutterstock.

Meski demikian, ia siap menyelesaikannya secara hukum agar semua pihak mendapatkan hasil yang adil. Terlebih, menurutnya, hal ini melibatkan fitnah yang menggunakan namanya.

Baca juga: 6 Cara Kenali Beda antara Pujian dan Pelecehan

Alasan butuh waktu lama untuk speak up

Pemilik akun @quweenjojo mengaku mengalami pelecehan seksual pada Agustus 2018 lalu. Namun ia baru berani mengumpulkan keberanian untuk speak up pada 2021, nyaris tiga tahun setelahnya.

Rentang waktu ini jelas sangat panjang, membuktikan stigma bahwa korban pelecehan selalu kesulitan untuk bicara soal pengalaman buruknya.

Akun @quweenjojo juga mengaku pernah mencoba bicara ke publik soal kasusnya lewat Instagram namun mendapatkan respon yang mengecewakan. Beberapa kenalannya bahkan menyalahkan pembawaannya yang dianggap terlalu 'hot'.

Baca juga: Psychotic Break, Gangguan Mental Lady Gaga Pasca Jadi Korban Perkosaan

Pola tersebut kerap ditemui dalam sejumlah kasus pelecehan seksual yang terkuak ke publik. Korban cenderung disudutkan dengan pakaian, perilaku, gaya hidup atau aspek lain yang tidak relevan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengakuan yang merujuk pada peristiwa yang sudah cukup lama juga rentang dituding tidak benar dan sekedar fitnah belaka.

Banyak yang mempertanyakan, jika hal itu benar-benar terjadi maka apa alasannya untuk tidak segera melaporkannya ke pihak berwajib.

Menanggapi hal ini, Yolanda Moses, profesor antropologi di University of California punya pendapat yang jelas. "Hanya karena korban tidak segera melapor tentang kekerasan seksual bukan berarti tuduhan itu tidak benar," ujarnya.

Baca juga: Mengapa Kita Membutuhkan Undang Undang untuk Melawan Kekerasan Seksual?

Korban kerap disalahkan

Masyarakat cenderung menyalahkan korban, khususnya perempuan, sehingga banyak yang ragu mengakui pengalamannya. Seringkali korban dituduh melakukan fitnah untuk merusak hidup dan reputasi pria yang melakukan pelecehan.

Contoh seperti ini menunjukkan bahwa masih ada sifat yang tidak seimbang dalam masyarakat kita dan bahwa perempuan direndahkan, kata Moses.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X