Kompas.com - 09/06/2021, 13:58 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. Ilustrasi pelecehan seksual.

KOMPAS.com - Kasus pelecehan seksual di ruang publik membutuhkan aksi nyata agar tidak terus berlanjut. Salah satunya dengan berani bertindak ketika menyaksikan orang di sekitar kita mengalaminya.

Acara musik seperti konser dan festival cenderung memiliki prevelensi kekerasan seksual yang cukup tinggi.

Center for Crime and Jutice Policy dari Universitas Nevada Las Vegas (UNLV) menyebutkan ada banyak faktor yang jadi pemicunya.

Beberapa diantaranya jumlah kerumunan orang, tingkat konsumsi alkohol, ketiadaan pengawasan. Banyak diantaranya tidak dilaporkan karena korban cenderung takut karena tidak pernah ada tindakan tegas.

Baca juga: Pelecehan Seksual di Konser Musik, Tersembunyi tapi Wajib Diwaspadai

Selain itu, korban seringkali merasa tidak mendapat pertolongan dari sekitarnya meski berada di tengah kerumunan. Banyak yang membiarkan tindakan pelecehan itu, tertarik untuk ikut terlibat atau malah tertegun tanpa niat untuk menolong.

Katie Russell, dari Rape Crisis, organisasi yang fokus pada gerakan anti pemerkosaan di seluruh dunia, mengatakan ada sejumlah hal yang bisa dilakukan ketika kita menyaksikan pelecehan seksual di konser musik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tak sengaja melihatnya, lakukan sesuatu untuk segera menolong korban. Cobalah untuk menghindarkan diri dari ancaman fisik sebisa mungkin.

Baca juga: Menteri PPPA: Ribuan Penyintas Kekerasan Seksual Masih Tunggu Keadilan

Ajak korban berkomunikasi untuk tahu apa yang diperlukan atau diinginkannya. Mungkin saja mereka akan merasa tidak berdaya atau dipermalukan, antisipasi hal itu dengan memberikan sikap yang tepat.

"Tanyakan kepada mereka apa yang mereka inginkan terjadi selanjutnya?" jelasnya.

Di sisi lain, kita tak boleh ragu menegur teman yang melakukan pelecehan termasuk dengan bahasa yang merendahkan, gestur, atau menyerang ruang pribadi seseorang.

Intervensi rekan bisa sangat kuat untuk mencegah orang lain merasa tidak nyaman atas perilaku seseorang.

Baca juga: Ajakan Membantu Korban Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Sedangkan untuk korban maupun penyintas kekerasan seksual di venue musik, Russell menyarankan segera mencari orang yang bisa dipercaya, terasa akrab dan memberikan rasa aman.

"Anda mungkin syok, jadi cobalah untuk tetap hangat dan terhidrasi," tambahnya.

Jika ingin melaporkannya kepada penyelenggara acara, pastikan panitia telah bekerja sama dengan layanan yang tepat untuk menghadapi kasus serupa.

Tujuannya agar staf maupun panitia acara bisa memberikan rasa hormat dan empati yang jelas sangat kita butuhkan.

Baca juga: Mengapa Korban Pelecehan Seksual Butuh Waktu Lama untuk Speak Up?

Perlu ada pertimbangkan jika ada yang mau melaporkan kejadiannya ke polisi dan tahu di mana pusat rujukan kekerasan seksual terdekat.

Russell menekankan, korban harus menyadari bahwa pelecehan seksual yang dialami bukan salah mereka. "Hanya karena ada keterlibatan minuman keras dan suasana yang lebih santai, bukan berarti Anda (korban-red) harus disalahkan," terangnya.

Menurutnya, setiap orang berhak untuk menikmati diri mereka sendiri tanpa khawatir. Termasuk ketika sedang menghadiri acara musik yang tujuannya sebagai hiburan.

Baca juga: Banyak Remaja Perempuan Tidak Sadar Jadi Korban Kekerasan Seksual

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X