Kompas.com - 09/06/2021, 15:19 WIB
Rolls-Royce Boat Tail with Bovet Tourbillon Watch Rolls-Royce Boat Tail with Bovet Tourbillon Watch
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tidak mengherankan bahwa manufaktur sekelas Rolls-Royce merancang mobil Boat Tail yang dilengkapi jam mewah di bagian dashboard.

Jam yang dimaksud adalah tourbillon Bovet khusus, yang ditempatkan ke dashboard. Menariknya, jam itu juga dapat digunakan sebagai jam tangan, jam saku, liontin, atau jam meja.

Kedua jam tangan --masing-masing jam tangan pria dan wanita-- yang menggunakan cangkang Amadeo ini dipesan oleh seorang kolektor Rolls-Royce dan Bovet.

Tujuannya, agar ia bersama istrinya dapat menikmati setiap aspek dari mobil Boat Tail dan arloji Bovet yang dibuat khusus ini.

Sistem pemasangan atau mounting system dikembangkan selama tiga tahun, terbuat dari aluminium dan titanium dan menjalani rangkaian uji coba.

Uji coba itu mencakup ketahanan terhadap getaran, suhu, kebisingan, kelembapan, serta crash test.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laci dasbor khusus berbahan kulit berfungsi menjadi wadah jam tangan, tali, rantai, dan aksesori liontin.

Bovet Tourbillon Watch Bovet Tourbillon Watch
Sedangkan untuk jam tangan Bovet, fitur yang dihadirkan antara lain casing white gold 18 karat berdiameter 44 mm, dial di bagian muka dan belakang, serta cadangan daya hingga lima hari.

Bagian dial utama pada kedua jam tangan menampilkan material kayu Caleidolegno yang sama seperti material pada mobil Boat Tail.

Penempatan material kayu ini dilakukan dengan tangan (hand-applied).

Nama masing-masing pemilik jam tangan juga disematkan di dial utama, namun dirahasiakan.

Pada jam tangan pria, bagian belakang menampilkan dial aventurine dengan pengaturan langit malam.

Sementara untuk jam tangan wanita, bagian dial sekunder didekorasi dengan lukisan miniatur karangan bunga.

Dial sekunder, baik pada jam tangan pria maupun wanita dilengkapi miniatur berupa mobil Boat Tail yang terlihat dari samping.

"Sebagai pemilik dan pecinta Rolls-Royce, saya sangat senang memiliki kesempatan untuk bekerja pada proyek khusus yang dipesan lebih dahulu," kata Pascal Raffy, pemilik rumah jam Bovet 1822.

"Para insinyur, desainer, pembuat jam tangan, dan pengrajin di Bovet berusaha keras mempersonalisasikan arloji ini untuk klien, mengintegrasikan keinginan mereka dan elemen utama dari mobil itu sendiri."

"Pemilik mobil kustom dan arloji pesanan khusus ini adalah teman baik saya dan kolektor Bovet, jadi kami harus melakukan yang terbaik bagi mereka," lanjut Raffy.

Bovet Tourbillon Watch Bovet Tourbillon Watch
Raffy mulai terjun ke dunia jam tangan setelah meninggalkan perusahaan farmasi yang dibesarkannya pada usia 38 tahun, dan ia berfokus menghabiskan lebih banyak waktu bersama putrinya.

Setelah menolak banyak peluang investasi, ia mengakuisisi Bovet dan membeli Chateau de Motiers, kastil yang dulunya milik keluarga Bovet dan kini menjadi kantor pusat merek tersebut.

Saat ini sebanyak 90 persen jam tangan Bovet diproduksi secara in-house. Angka itu akan meningkat menjadi 100 persen ketika pengembangan mesin kronograf yang dilakukan pembuat jam tersebut selesai.

Merek jam tangan mewah asal Swiss ini dikenal karena memproduksi jam saku untuk pasar China di abad ke-19.

Berangkat dari sejarah itulah, Raffy berencana merayakan ulang tahun perusahaan yang ke-200 dengan membuka butik pertama yang dioperasikan sepenuhnya di China.

Ia juga menjelaskan konsep perjalanan atau journey pada setiap produk yang dirancang pembuat jam Bovet.

"Saya suka konsep perjalanan," katanya.

"Saya melihat dunia secara keseluruhan. Jadi, ketika saya mengetahui Edouard Bovet pergi dari Fleurier ke London dan China, bagi saya jelas bahwa perjalanan dan budaya penting bagi Bovet."

"Itulah alasannya Anda bisa melihat banyak produk yang memiliki dua atau tiga zona waktu dalam koleksi kami," cetus Raffy.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BOVET 1822 (@bovet1822)

Di samping bekerja sama dengan Rolls-Royce, Bovet menggandeng manufaktur lain untuk menerjemahkan produk modern dari perusahaan itu, yakni manufaktur mobil asal Italia, Pininfarina.

"Saya berada di Pebble Beach dan bertemu Paolo Pininfarina. Kami mulai berbicara dan setelah dua jam kami menyadari kedua perusahaan memiliki filosofi yang sama."

"Pada akhirnya, dia menjelaskan bahwa desain mobil Pininfarina besar dan perusahaan itu mulai mendesain kapal dan bangunan yang bahkan lebih besar, jadi saya putuskan Pininfarina akan mendesain arloji Bovet," ujar Raffy.

"Kami menjaga tradisi perusahaan, tetapi di saat yang sama kami juga berinovasi, menghadirkan sentuhan modernitas yang diperhatikan dengan baik."

Baca juga: Hermes dan Rolls-Royce Sulap Phantom VIII Menjadi Supermewah



Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X