Kompas.com - 10/06/2021, 10:25 WIB
Sumber karbohidrat sehat. SHUTTERSTOCK/TATJANA BAIBAKOVASumber karbohidrat sehat.

KOMPAS.com - Terlalu banyak mengasup karbohidrat memang bisa membuat kita kelebihan kalori sehingga dalam jangka panjang menyebabkan kegemukan. Itu sebabnya banyak orang yang ingin langsing memilih tak makan karbohidrat.

Padahal, menurut peneliti dari Harvard Medical School, tidak makan karbohidrat bisa mencegah tubuh mendapatkan semua energi yang dibutuhkan untuk proses pembakaran sepanjang hari.

Oleh sebab itu, berpantang karbohdirat bisa membuat kita mengalami efek negatif, seperti bau mulut, sembelit, sakit kepala, dan banyak lagi.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, simak lima dampak buruk menghilangkan asupan karbohidrat, seperti yang dilansir dari laman Eat This Not That berikut ini.

Baca juga: Manusia Makan Karbohidrat Sejak Ratusan Ribu Tahun Lalu untuk Otak

1. Sakit perut dan ketidaknyamanan pada pencernaan

Menurunkan berat badan bukan berarti kita harus menghilangkan semua asupan makanan. Yang terpenting adalah kita mendapatkan jumlah serat yang sehat dalam makanan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serat tidak hanya menyediakan makanan yang cukup untuk membuat kita merasa kenyang sepanjang hari. Tetapi, serat juga membantu pencernaan dan membantu menjaga saluran cerna tetap sehat.

Diet tanpa karbohidrat sering kali menghindari semua sumber karbo, termasuk kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran, yang berarti kita tidak mendapatkan jumlah serat yang cukup.

Baca juga: Catat, 12 Makanan Tinggi Karbohidrat yang Menyehatkan bagi Tubuh

Akibatnya, tidak makan karbohidrat biasanya beriimbas pada sakit perut dan nyeri karena defisit serat.

Jika kita benar-benar ingin membatasi asupan karbohidrat, pastikan kita mengizinkan beberapa sumber makanan yang mengandung kadar serat tinggi untuk menghindari efek samping ini.

Baca juga: Coba Metode Jam Makan Serat Ini agar Anak Cukup Nutrisi

ilustrasi makanshutterstock ilustrasi makan

2. Penyakit jantung

Mengurangi karbohidrat yang tidak sehat seperti junk food memang baik bagi tubuh, tapi bukan berarti kita harus menghilangkan seluruh asupan karbohidrat.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, tidak makan karbohidrat sama sekali dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan aritmia dalam jangka panjang.

Jadi, hindari masalah ini dengan memberi diri beberapa karbohidrat yang sehat ke dalam rencana makan harian untuk mencegah penyakit jantung.

Baca juga: Jangan Pilih Karbohidrat Sehat Hanya Berdasar Indeks Glikemik

3. Kekurangan kalium

Jika kita hanya fokus pada pengurangan karbohidrat, hal itu dapat menyebabkan tubuh kita mengeluarkan nutrisi positif lainnya yakni kalium.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, penurunan asupan karbohidrat sejalan dengan peningkatan buang air kecil, suatu proses yang menghilangkan nutrisi tertentu dari tubuh.

Kekurangan kalium juga bisa menyebabkan masalah tekanan darah dan pembentukan batu ginjal.

Baca juga: Alasan Konsumsi Vitamin C Berlebihan Bisa Menyebabkan Batu Ginjal

4. Ketidakseimbangan vitamin

Menurut sebuah penelitian yang ditemukan di The Journal of the International Society of Sports Nutrition, rencana makan yang sangat membatasi karbohidrat akan menyebabkan kekurangan kadar vitamin B7, vitamin D, vitamin E, kromium, yodium, dan molibdenum yang tepat.

Nutrisi penting ini memastikan fungsi organ dan kesehatan tubuh yang tepat, serta dapat mengatasi masalah lainnya seperti rambut rontok, penambahan berat badan, kehilangan memori, dan banyak lagi.

Hindari masalah ini dengan memantau makanan apa yang masuk ke tubuh kita dan pastikan untuk mengasup sumber-sumber vitamin walau sedang diet rendah karbohidrat.

Baca juga: Tips Serap Vitamin C dan Zinc secara Maksimal dari Makanan

5. Kualitas tidur yang buruk

Ketika kita ingin menurunkan berat badan dengan menghilangkan asupan karbohidrat, sebenarnya kita secara aktif menempatkan tubuh ke dalam keadaan fungsional baru.

Perubahan ini dapat membuat kita mengalami beberapa efek samping mental di samping perubahan fisiologis.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Pediatrics, gaya hidup tanpa karbohidrat pada akhirnya menghasilkan kualitas tidur yang sangat buruk, yang memiliki ikatan kuat dengan fungsi mental yang buruk.

Jika kita perlu tetap fokus untuk melakukan aktivitas sehari-hari, pastikan kita menyimpan beberapa karbohidrat dalam rencana makanan harian.

Baca juga: Berapa Jumlah Karbohidrat yang Sebaiknya Dikonsumsi agar Panjang Umur?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.